oleh

5 Cara Menjadi Pendengar Yang Baik Untuk Karyawan Anda

Kabarin.co.id, Menjadi pemimpin dalam bisnis memang membuat Anda harus memiliki beberapa kemampuan atau keterampilan. Tidak hanya keterampilan untuk mengelola bisnis dengan baik, tetapi para pemimpin yang baik juga dituntut untuk memiliki soft skill yang berkualitas. Soft skill sendiri memanifestasikan beberapa kemampuan untuk bersosialisasi dengan sesama pebisnis atau dengan karyawan mereka. Sebagai pemimpin bisnis, Anda benar-benar harus dapat menjaga hubungan baik dengan karyawan. Salah satu cara untuk dapat mempertahankan hubungan dengan karyawan adalah menjadi pendengar yang baik bagi mereka. Tetapi bagaimana menjadi pendengar yang baik bagi karyawan, berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda terapkan.

Luangkan Waktu untuk Mengobrol

Pertama, cara untuk menjadi pendengar yang baik bagi karyawan adalah meluangkan waktu untuk berbicara. Bahkan jika Anda seorang pemimpin bisnis, itu tidak berarti bahwa hubungan Anda dengan karyawan dapat membuat citra diri Anda menurun. Tetapi justru dengan bergaul dengan karyawan, Anda akan dianggap sebagai pemimpin yang baik. Sekarang ketika Anda menghabiskan waktu nongkrong dengan karyawan ini, tentu saja Anda harus berpartisipasi dalam percakapan. Jangan segan mengobrol dengan karyawan Anda. Karena selain menjaga hubungan baik, dengan mengobrol dengan mereka, Anda dapat memposisikan diri sebagai pendengar yang baik.

Tunjukkan Keseriusan Saat Mendengarkan

Menjadi pendengar yang baik tentu bisa ditandai dengan bagaimana Anda menunjukkan sikap ketika karyawan berbicara. Baik itu ketika mengobrol secara normal atau ketika berbicara secara khusus, sikap Anda dalam mendengarkan mereka dapat dilihat keseriusannya. Jika Anda mendengarkan mereka dengan acuh tak acuh tentu saja Anda sebagai seorang pemimpin tidak bisa dikatakan memiliki keterampilan mendengarkan yang baik. Sebaliknya menjadi pemimpin yang mampu menjadi pendengar yang baik maka Anda harus menunjukkan keseriusan untuk mendengarkan ketika karyawan berbicara. Keseriusan Anda dalam mendengarkan pembicaraan karyawan sendiri dapat dilihat dari bagaimana wajah Anda dan juga bagaimana Anda merespons percakapan mereka.

Secara Aktif Meminta Opini Karyawan

Selanjutnya, cara Anda sebagai pemimpin bisnis untuk menjadi pendengar yang baik adalah dengan secara aktif menanyakan pendapat karyawan. Saat mengadakan rapat, Anda sebagai pebisnis yang ingin menjadi pendengar yang baik harus membuka peluang untuk sesi tanya jawab atau diskusi dengan karyawan. Dalam sesi tanya jawab atau diskusi ini Anda juga harus secara aktif membuat karyawan ingin menyampaikan pendapat mereka. Ketika Anda mencoba membuat karyawan mengungkapkan pendapat mereka, itu berarti Anda menunjukkan itu sebagai pemimpin bisnis, Anda juga ingin menjadi pendengar yang baik. Sebenarnya keputusan Anda untuk membuka sesi tanya jawab atau diskusi dan mengundang karyawan aktif untuk berdebat ini secara otomatis membuat citra diri Anda dan dikenal sebagai seseorang yang ingin menjadi pendengar yang baik.

Hargai Masukan dari Karyawan

Selain keseriusan Anda dalam mendengarkan percakapan, bentuk pemimpin bisnis yang mampu menjadi pendengar yang baik dapat dilihat dari bagaimana mereka menghargai masukan atau pendapat karyawan. Jika para pemimpin bisnis sering tidak menghargai masukan atau pendapat karyawan, mereka dianggap tidak bisa menjadi pendengar yang baik. Tetapi jika seorang pemimpin bisnis ingin selalu menghormati masukan karyawan, ia dapat dianggap mampu menjadi pendengar yang baik. Untuk menghargai pendapat karyawan ini, Anda dapat melakukan banyak cara, seperti mengucapkan terima kasih atas masukan karyawan atau juga mengakomodasi dan mempertimbangkan pendapat setiap karyawan untuk keputusan akhir perusahaan.

Peka terhadap kondisi karyawan

cara Anda sebagai pemimpin bisnis untuk menjadi pendengar yang baik adalah selalu peka terhadap kondisi karyawan. Sebagai pengusaha dan pemimpin bisnis, Anda memang dituntut untuk peka terhadap kondisi karyawan. Karyawan ini adalah orang-orang penting dalam bisnis karena mereka ingin membantu Anda menjalankan bisnis. Peka terhadap kondisi karyawan Anda juga akan dianggap sebagai pemimpin yang peduli. Selain peka terhadap kondisi karyawan, Anda juga akan dianggap sebagai pemimpin yang mampu menjadi pendengar yang baik. Ini karena ketika Anda peduli dengan karyawan, tentu saja akan ada interaksi yang memungkinkan Anda mendengar semua keluhan dan juga masalah mereka.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News