oleh

5 Mitos Sesat Yang Sering Dialami Pebisnis Pemula

Kabarin.co.id – Dengan meningkatnya prestise sebagai wirausaha, banyak orang sekarang ingin menjadi wirausaha. Sebenarnya bukan hanya gengsi berbisnis yang menjadi faktor pendorong banyaknya orang yang menjadi wirausahawan.

Tetapi munculnya persepsi yang menyenangkan dengan menjadi wirausahawan juga merupakan pemicu bagi seseorang yang ingin melakukan bisnis. Memang munculnya beberapa persepsi ini baik untuk pertumbuhan dunia wirausaha. Namun sayangnya beberapa persepsi, ada yang salah paham. Hasilnya ketika mereka memasuki dunia bisnis mereka terkejut karena persepsi yang diyakini tidak sama atau berbeda.

Nah, berikut adalah beberapa kesalahan persepsi bisnis yang sering ditemukan pada pengusaha pemula.

Bisnis Tidak Perlu Cerdas dan Kompeten

Persepsi pertama yang sering disalahpahami oleh para pelaku bisnis adalah bahwa berbisnis tidak harus pintar dan kompeten. Tentu saja ini pandangan salah. Karena, dalam berwirausaha, ada banyak hal yang perlu dipikirkan dan diatur. Dari sini manajemen bisnis memerlukan kecerdasan dasar dari mereka yang menjalankannya. Karena, tanpa kecerdasan, pebisnis akan merasa sulit untuk dapat mengelola hal-hal dengan lebih baik. Memang ada beberapa pengusaha sukses yang tidak memiliki dasar pendidikan tinggi. Tetapi jangan mengambil pandangan bahwa mereka dengan mudah menjalankan bisnis mereka menuju kesuksesan. Di balik pencapaian kesuksesan, harap dicatat bahwa mereka menjalankan bisnis mereka penuh dengan perjuangan dan kerja keras. Karena untuk dapat mengelola bisnis mereka tanpa pengetahuan dasar, mereka harus benar-benar merasakan dan pergi ke lapangan. Apalagi saat ini dengan kemunculan dan perkembangan teknologi online, membuat seorang wirausahawan harus memiliki pengetahuan dan pengetahuan tentang teknologi dan jaringan online untuk kesuksesan bisnis.

Jadi Pengusaha Tidak Memiliki Atasan

Siapa bilang menjadi pengusaha dan kemudian Anda tidak lagi memiliki bos? Jika Anda melihat struktur perusahaan, bisa jadi Anda adalah orang teratas di puncak organisasi. Tetapi ini tentu saja tidak berarti dalam bisnis skala besar, Anda adalah yang tertinggi. Karena, dalam konsep bisnis pada umumnya, ada konsumen yang merupakan raja yang harus Anda prioritaskan. Maka dari sini pengusaha memiliki bos, yaitu konsumen atau pelanggan. Menjadi pengusaha yang bijak memang seharusnya tidak bisa membuat jumawa dengan posisi meski di perusahaan Anda adalah bosnya.

Baca Juga : Jurnal Indonesia – Web  Tips & Trik Bisnis.

Pengusaha Punya Waktu Senggang

Dalam beberapa kasus, banyak pengusaha berpikir bahwa ketika mereka membuka bisnis, mereka akan punya banyak waktu untuk bersantai. Tentu saja persepsi atau persepsi ini sangat, sangat salah. Sebab, ketika mereka menjalankan bisnisnya, ternyata apa yang dirasakan sangat jauh dari kenyataan. Untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis, para wirausahawan tersebut harus bekerja selama hampir 24 jam. Tidak hanya harus bekerja sepanjang hari, seorang wirausahawan yang baru memulai bisnis mungkin tidak dapat menikmati akhir pekan atau akhir pekan lagi.

Pengusaha kaya

Semakin banyak kekayaan selalu menjadi daya tarik besar bagi orang yang ingin memasuki dunia wirausaha. Beberapa orang kaya di Indonesia dan luar negeri memang memiliki kekayaan luar biasa. Tetapi tentu saja Anda baru dalam dunia bisnis, Anda harus merintis terlebih dahulu. Sekarang proses memulai bisnis tentu bukan perkara mudah. Jangan pikirkan dulu kekayaan yang bisa diraih. Karena Anda mungkin kehabisan kekayaan yang terkumpul sejauh ini karena harus digunakan untuk modal usaha. Jadi pikirkan dan rasakan bahwa berwirausaha akan segera mendapatkan banyak kekayaan, tentu itu adalah sesuatu yang salah.

Status majikan lebih mulia daripada karyawan

salah persepsi yang sering muncul pada beberapa wirausahawan baru adalah berpikir bahwa mereka lebih mulia daripada karyawan. Tentu saja ini bukan persepsi atau persepsi yang benar. Alasannya, karyawan adalah orang yang membantu Anda menjalankan bisnis. Tanpa mereka, bisnis Anda tidak akan dapat berjalan.

Dari gambaran diatas, apakah pantas bagi Anda untuk menganggap bahwa posisi Anda sebagai pengusaha adalah status tertinggi dibandingkan dengan karyawan?, Memang sangat tidak etis jika Anda menganggap karyawan sebagai karyawan berpangkat rendah. Alasan bisnis Anda juga sangat tergantung pada apa yang mereka lakukan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News