oleh

6 Cara Mengatasi Konflik Dalam Organisasi

Kabarin.co.id – Pada dasarnya, 6 Cara Mengatasi Konflik Dalam Organisasi merupakan konsumsi umum yang sering terjadi. Hal tersebut dikarenakan perbedaan pendapat ataupun masalah lainnya.

Seperti yang kita ketahui, kehidupan manusia sebagai makhluk sosial, tidak terlepas dengan hubungan antara yang satu dengan yang lain.

Sedangkan organisasi, merupakan salah stau cara manusia untuk memenuhi kebutuhan, seperti halnya dalam bekerja, kegiatan sosial, dan juga sejenisnya.

Menyatukan beberapa orang pada satu visi sangat tidak mudah. Hal tersebut karena setiap orang mempunyai penilaian, latar, dan sifat yang berbeda. Sehingga diperlukan cara supaya komflik dalam organisasi tersebut bisa teratasi.

6 Cara Mengatasi Konflik Dalam Organisasi

Dirangkum dari beberapa sumber, setidaknya ada 6 poin yang bisa diperbaiki bersama. Sehingga tercipta komunikasi dan tentunya tetap dalam satu visi.

1. Menjalin Komunikasi Lebih Terbuka

Kondisi komunikasi yang lebih terbuka, sangat berguna dalam menjaga hubungan antar anggota organisasi. Sehingga tetap harmonis dan terhindar dari adanya konflik.

Terlepas dari itu, komunikasi juga akan mengurangi kesalahpahaman dan fitnah. Sehingga ketika terjadi konflik, maka bisa di diskusikan dan dicari akan penyelesaiannya.

2. Menyelesaikan Masalah Dengan Proaktif

Sikap proaktif sebaiknya dimiliki oleh setiap anggota pada sebuah organisasi. Terlebih mengambil langkah dalam menyelesaikan sebuah konflik, sehingga bisa mempunyai peran dan memberikan solusi untuk setiap masalah.

Dengan kontribusi yang lebih besar, tentu harus didukung dengan kepala dingin, sehingga menjadikan suasana tidak semakin panas.

3. Mengarahkan Anggota Untuk Bersikap Fleksibel

Sikap fleksibel ini harusnya dimiliki oleh semua anggota organisasi. Sebab dengan sifat yang demikian, maka seseorang lebih mampu dalam menerima pendapat orang lain.

Sikap fleksibel ini pula yang bisa menjaga keberlangsungan organisasi dengan minim konflik. Sehingga organisasi bisa maju tanpa harus ada perselisihan.

4. Menciptakan Prosedur Penyelesaian Konflik

Prosedur penyelesaian ini sangat efektif ketika diterapkan dengan benar. Akan tetapi, perumusan prosedur ini juga harus secara sistematis supaya setiap terjadi konflik, mampu ditangani dengan asil sesuai peraturan.

Langkah penyelesaian bisa dimulai dari pelaporan dan juga penelusuran kasus yang menjadi akar masalah. Dan ketika diketahui duduk persoalan, bisa diketahui seberapa besar pihak yang terlibat dalam masalah.

5. Membudayakan Sikap Toleransi

Toleransi merupakan bentuk sikap saling menghargai antar sesama anggota organisasi, sehingga bisa menerima setiap perbedaan, latar belakang, pemikiran, ataupun sikap dari setiap individu.

Sikap toleransi ini merupakan cara paling efektif dalam mengatasi sebuah konflik. Dampaknya, setiap anggota organisasi mampu bekerja sama dengan solid.

6. Menerapkan Peraturan Yang Adil

Keadilan merupakan suatu bentuk yang begitu penting serta harus diterapkan dalam organisasi. Sehingga imbasnya, tidak ada yang namanya bentrok antar kepentingan.

Hak ataupun kewajiban dari setiap anggota, terbagi secara merata, yakni sesuai dengan porsi dan tugas masing-masing.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News