Alasan Anak Tumbuh Menjadi Pelaku Bullying

  • Bagikan
Alasan Anak Tumbuh Menjadi Pelaku Bullying
Ilustrasi (foto: scpr.org)

Kabarin.co.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu kasus bullying yang terjadi pada siswa sekolah menjadi viral serta menjadikan banyak orang miris dan prihatin.

Pasalnya pelakukan perisakan masih terbilang remaja dan terbilang begitu tega melakukan tindak kekerasan terhadap teman kelasnya. Dari sisi psikologi, ada penjelasan mengenai kondisi tersebut.

Dari keterangan psikolog Universitas Indonesia (UI) Ratna Djuwita, ada proses tertentu sebelum anak menjadi pelaku ataupun korban bullying.

Wanita yang melakukan riset tentang perisakan sejak 2004 tersebut, menyebut jika kondisi demikian tidak serta-merta terjadi begitu saja.

“Prosesnya cukup kompleks, melibatkan interaksi antara faktor-faktor bawaan, cara pengasuhan orang tua, pengaruh norma-norma yang diinternalisasi, dan keadaan lingkungan. Tidak sederhana dan tidak terjadi seminggu dua minggu,” ungkap Ratna.

Perempuan bergelar S3 dari bidang studi Psikologi Sosial Fakulsta Psikologi UI tersebut, menyatakan bahwa ada beberapa contoh kasus yang selalu ia temui.

Terdapat remaja yang tidak sengaja menjadi pelaku bullying, atau sempat menjadi kroban perisakan, yang pada akhirnya beralih menjadi pelaku.

Lebih lanjut, Ratna memberikan garis bawah terkait perisakan yang bukan konflik antar dua orang, melainkan proses kelompok.

Pelaku perisakan sendiri, sangat jarang melakukan aksinya tanpa penonton, lantaran rasa berkuasa merupakan suatu yang ia inginkan.

“Pasti tindak perisakan ada yang mengetahui karena pelaku tidak mendapat sesuatu kalau orang lain tidak tahu. Yang dicari memang power abuse, menyalahgunakan kekuatan dan kekuasan terhadap pihak yang dipersepsikan lemah,” paparnya.

  • Bagikan