oleh

Asosiasi Medis Pakistan Mengaku Salah Terkait Covid-19

Kabarin.co.id, Islamabad – Pihak Asosiasi Medis Islam Pakistan (PIMA), mengaku sudah keliru terkait dengan anggapan Covid-19 tidak akan menjangkau orang-orang di negara tersebut.

Pengakuan tersebut mencuat ketika mereka menyampaikan informasi mengenai perkembangan kasus pandemi Corona di negara tersebut.

“Kami pikir kami dicintai oleh Tuhan dan karena itu epidemi tidak akan mencapai kami. Namun, kekeliruan seperti itu harus dihilangkan dan keparahan penyakit tidak boleh diremehkan, terutama di bawah ini kritis keadaan,” jelas  PIMA, seperti dilansir dari Sputnik, Senin (27/4/2020).

Dengan dimulainya bulan suci Ramadhan, beberapa masjid di negara tersebut tetap berfungsi normal, lantaran pemerintah Pakistan diduga menyerah pada tekanan dari para pemimpin agama di negara tersebut.

Akan tetapi, Perdana Menteri, Imran Khan sudah memberikan klarifikasi bahwa tindakan akan diambil jika Prosedur Operasi Khusus masjid yang disetujui antara para ulama dan pemerintah, serta perjanjian 2- poin terkait keselamatan dan pencegahan, tidak dilaksanakan selama bulan Ramadhan.

PIMA menekankan bahwa masjid menjadi sumber utama paenularan Covid-19 di antara warga. maka dari itu, mereka mendesak warga untuk melaksanakan shalat di rumah.

Kondisi tersebut bukan pertama kalinya badan medis di negara tersebut sudah mengangkat keprihatinan atas warga yang mengunjungi masjid serta khawatir situasi akan semakin buruk.

Sedangkan untuk sebelumnya, PIMA menyatakan bahwa suatu kondisi bisa segera muncul dimana mereka harus memilih diantara pasien serta mungkin harus merawat mereka di jalan jika pembatasan tidak diberlakukan lebih ketat selama Ramadhan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News