Bau gas merebak, ratusan warga desa di Aceh Timur diungsikan

  • Bagikan
Bau gas merebak, ratusan warga desa di Aceh Timur diungsikan

KABARIN.CO.ID – JAKARTA. Bau menyengat yang diduga berasal dari sumur gas milik PT Medco E&P Malaka mengakibatkan warga satu desa di Aceh Timur diungsikan. Desa tersebut adalah Panton Rayeuk T yang berada di Kecamatan Banda Alam.

“Jadi praktis satu desa kita kosongkan sementara waktu. Setelah itu kita lihat hasil penanganan sumur gas itu,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur Ashadi. Kata Ashadi, sebanyak 250 jiwa di Desa Panton Rayeuk T diungsikan ke kantor camat.

“Kami evakuasi agar warga tenang dan memastikan kondisi normal dulu,” ucapnya, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (10/4). Desa ini berjarak sekitar 1,5 kilometer dari sumur minyak dan gas milik PT Medco E&P Malaka.

Selain mengakibatkan satu desa mengungsi, bau gas ini juga membuat sejumlah orang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zubir Mahmud, Aceh Timur. Berdasar data pada Sabtu ini, terdapat 11 orang yang ditangani oleh rumah sakit tersebut.

Baca Juga: Pertamina menjamin pasokan kebutuhan energi di Malang aman pascagempa

Para warga yang dirawat tak hanya berasal dari Desa Panton Rayeuk T, tetapi juga Desa Alue Siwah Serdang, Kecamatan Nurussalam. Akibat mencium bau gas, para warga mengalami mual dan muntah, bahkan sampai pingsan.

Staf Humas PT Medco E&P Malaka Rahmad mengatakan, hanya 185 orang warga Panton Rayeuk T yang mengungsi. Sementara itu, 11 orang masih di rumah sakit.

Rahmad menuturkan, pihaknya tengah menangani masalah ini. “Sumur AS11 dalam perawatan rutin. Kami koordinasi dengan semua pihak untuk menangani masalah ini,” jelasnya.

Dikutip dari Antara, VP Relations & Security Medco E&P Indonesia Arif Rinaldi menjelaskan, pihaknya bersama instansi terkait sedang berfokus menangani dampak dari asap kegiatan flaring gas sumur Aleu Siwah-11. “Perusahaan telah menghentikan aliran sumur setelah mendapatkan informasi adanya warga keracunan di Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur,” terang dia.

Baca Juga: Menimbang nasib proyek pipa Cirebon-Semarang yang terkatung 15 tahun

Melansir Serambinews.com, Bupati Aceh Timur Hasballah Bin H.M. Thaib meminta perusahaan bisa bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) supaya tidak menimbulkan dampak terhadap warga sekitar. Pria yang kerap disapa Rocky ini menyatakan, warga yang mengungsi ke kantor Kecamatan Banda Alam boleh pulang, tetapi pada saat kondisi sudah benar-benar aman.

“Kalau situasi dan kondisi nantinya sudah aman dan terkendali, masyarakat akan dipulangkan ke rumahnya masing-masing,” paparnya saat menjenguk warga di RSUD dr. Zubir Mahmud, Sabtu (10/4). 

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Lhokseumawe, Masriadi | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief)
Editor: Reza Kurnia Darmawan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Bau Gas Merebak, Ratusan Warga Desa di Aceh Timur Diungsikan, Ini Fakta-faktanya.

Baca Juga: Kilang Balongan bakal kembali beroperasi secara penuh

Editor: Wahyu T.Rahmawati

Sumber Antara News

  • Bagikan