oleh

BI Klaim Lemahnya Rupiah Bukan Karena Aksi Demonstrasi

Kabarin.co.id, Jakarta – Salah satu yang menjadi gejolak dari melemahnya nilai tukar rupiah (kurs), digadang-gadang karena adanya aksi damai 22 Mei yang saat ini masih berlangsung. Dinyatakan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Rabu tertekan sejak sesi awal pembukaan. Pada sesi I perdagangan, rupiah terpantau merosot hingga 35 poin di pasar spot, tepatnya sebesar 0,24 persen pada level Rp14.515 per dolar AS.

Meski terhitung mengalami pelemahan, Bank Indonesia (BI) melihat bahwa nilai tukar rupiah akan kembali stabil dan di upayakan beberapa langkah penguatan terhadap mata uang negara Indonesia. Hal ini diungkap oleh Departemen Moneter BI, Nanang Hendrasyah ketika menjalani sesi wawancara dengan media.

“BI akan terus mengupayakan menjaga stabilitas kurs rupiah dengan berada di pasar,” ungkap Kepala Departemen Moneter BI, Nanang Hendrasyah seperti yang dilansir dari SINDOnews di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Dalam hal ini Nanang juga mengungkap bahwa pelemahan rupiah sejak pembukaan bukan merupakan suatu dampak dari adanya aksi demo. Demonstrasi yang dimaksud terkait gerakan massa untuk menolak hasil rekapitulasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Nanang juga menilai bahwa tekanan pada nilai tukar rupiah lebih disebabkan oleh genuine demand domestik. Atau lebih tepatnya karena permintaan domestik terhadap dolar AS untuk kepentingan impor, repatriasi, serta dividen.

” Jadi ini karena untuk impor, repatriasi, dan dividen,” tegasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News