oleh

Boeing Mengakui Gagal Menangani Masalah 737 MAX

CEO Boeing, Dennis Muilenburg mengatakan pada pihak jurnalis CBS News bahwa perusahaan Boeing tersebut gagal dalam menangani permasalahan yang terjadi pada Boeing 737 Max dan minimnya komunikasi dengan para pihak regulator.

Pengakuan tersebut disampaikan kepada pihak CBS News saat melakukan wawancara dengan CEO Boeing tersebut. Dalam sesi wawancaranya itu, Muilenburg diminta penegasannya terkait pihak Boeing yang tidak memberitahukan Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA). Bahwa pihaknya telah lebih dari 1 tahun telah menonaktifkan sensor angle of attack. Ensor tersebut dirancang untuk memberikan informasi data mengenai gerak pesawat terhadap aliran udara dari arah depan selama penerbangan berlangsung.

Sensor tersebut berfungsi untuk memberikan data ke Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver (MCAS). Hal tersebut diketahui mengalami kendala saat terjadi kecelakaan Lion Ait JT-601 dan Ethiopian Airlines.

Sebelumnya pihak FAA tidak mengetahui kendala yang terjadi. Setelah jatuhnya pesawat Lion Air JT-601. 13 bulan kmudian pihaknya telah diberitahu oleh Boeing. Di sisi lain, sistem MCAS tersebut mendapat kritikan dari para ahli penerbangan karena sistemnya hanya diikat dengn 1 sensor saja sehingga rentan mengalami kerusakan.

“Pertama-tama, saya harus menghormati fakta bahwa proses investigasi masih berlangsung. Kita tahu ada data sensor yang tidak akurat yang masuk ke pesawat dan tampaknya ada masalah pada pemeliharaan sensor,” tutur Muilenburg.

Pada saat kecelakaan Lion Air JT-601 dan Ethiopian Airlines, diketahui bahwa sistem MCAS menunjukan jika posisi pesawat tersebut menukik tajam sehingga menyulitkan pilot dalam mengendalikan kemudipesawat setelah take off.

Saat menghadiri acara konferensi investor di New York, Rabu (28/5), Muilenberg menuturkan bahwa Boeing sedang melakukan peninjauan terkait penyesuaian kompensasi bersama pihak Lion Air dan Ethiopian Airlines untuk dibagikan kepada para keluarga atau kerabat pihak korban kecelakaan.

“Kami tahu kami telah membuat mereka [keluarga korban] kesulitan dan itu menyakitkan. Kompensasi ini sebagai bentuk perhatian kepada mereka,” kata Muilenburg.

Setelah terjadinya kecelakaan yang menimpa maskapai Lion Air JT-601, yang telah merenggut korban 189 jiwa pada bulan Oktober 2018 lalu dan Ethipoian Airlines pada bulan Maret lalu yang menewaskan 157 jiwa, pihak Boeing melakukan pengurangan produksi 737 Max dan menghentikan pengiriman produknya tersebut.

Selain itu FAA juga meminta pihak Boeing untuk menambah kapasitasnya dalam tambahan penyimpanan pesawat di Texas dan Washington.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News