oleh

Bursa Saham Dunia Anjlok Setelah Trump Ancam Meksiko

Sejumlah bursa saham utama di dunia anjlok setelah timbulnya ancaman terkait tarif bea masuk impor yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kepada Meksiko. Ancaman terhadap tarif impor akan diberikan oleh pihak AS jika Meksiko tidak menghentikan warganya yang melakukan migrasi ilegal dengan melintasi perbatasan antara AS dan Meksiko.

Sebelumnya, Trump juga menegaskan bahwa pihaknya akan memberlakukan tarif bea masuk impor sebesar 5% untuk sejumlah produk dari Meksiko mulai tanggal 10 Juni mendatang. Bahkan ia juga mengancam tarif bea masuk impor akan mengalami peningkatan lagi hingga menjadi 25%, apabila Meksiko tidak menjalankan tuntutan Trump tersebut.

Imbas dari ancaman itu, indeks Dow Jones di AS turun hingga 1.41% ke posisi 24.815 pada penutupan perdagangan hari Senin (3/6), waktu setempat. Demikian pula dengan indeks S&P500 yang berubah menjadi minus 1.32% menjadi 2.752.

Di wilayah Eropa, indeks Euro STOXX juga turut melemah sebanyak 0.22% menjadi 3.273. Kemudian, indeks FTSE100 di Inggris mengalami penurunan hingga 0.32% menjadi 7.138, CAC40 di Perancis minus 0.2% menjadi 5.197 dan DAX di Jerman merosot hingga 0.25% menjadi 11.697.

Sementara itu di kawasan Asia, indeks Nikkei225 turun hingga 0.92% menjadi 20.410, Shanghai Comp turun sebanyak 0.3% menjadi 2.890 dan Hang Seng di Hong Kong melemah sebanyak 0.03% menjadi 26.893.

“Pasar saham global memulai pekan ini dengan hal yang sama saat pekan lalu, di mana perdagangan terus berlangsung di tengah kekhawatiran akan perang dagang,” ujar Analis Senior Pasar Perdagangan, Joshua Malony, seperti yang dikutip dari AFP, Senin (3/6).

Menurut Joshua, ancaman yang dilakukan oleh Trump hanya akan menambah rasa kecemasan dan kekhawatiran bagi para investor di bursa saham. Apalagi, ia telah kembali mengibarkan bendera perang dagang dengan negaraChina.

Trump akan memberlakukan tarif bea masuk impor sebesar 25% untuk sejumlah produk yang berasal dari China dengan nilai US$ 200 miliar. Rupanya hal tersebut langsung mendapat respon dari China terkait hal tersebut, China juga mengumumkan akan memberlakukan tarif bea masuk impor baru bagi sejumlah produk impor dari AS senilai US$ 60 miliar.

Meskipun demikian, ancaman yang diumumkan oleh Trump terhadap Meksiko rupanya tidak memiliki pengaruh negatif ke pasar mata uang. Justru malah sebagian besar mata uang di dunia kian menguat dari dolar AS. Khususnya mata uang safe haven seperti mata uang yen Jepang.

Di wilayah Asia sendiri, mata uang yen Jepang telah menguat sebesar 0.01% dari dolar AS. Kemudian dolar Hong Kong juga ikut menguat menjadi 0.03%, ringgit Malaysia menguat hingga 0.21% disusul oleh dolar Singapura yang terus menguat hingga 0.39%.

Lalu mata uang baht Thailand juga ikut menguat 0.44%, mata uang peso Filipina menguat sebanyak 0.5%, rupee India 0.62% dan mata uang won Korea Selatan meningkat hingga 0.73%. Hanya mata uang yuan China yang sedikit melemah sekitar 0.02% dari dolar AS.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News