oleh

Cara Fermentasi Kotoran Ayam Jadi Pupuk

Kabarin.co.id – Apa anda sudah tahu Cara Fermentasi Kotoran Ayam Jadi Pupuk? Jika belum, maka sudah tepat jika anda membaca artikel ini. Sebab disini kami akan menjabarkan langkah-langkahnya.

Jika anda masuk pada salah satu jenis orang yang suka berkebun, mungkin sudah tidak asing dengan penggunaan beberapa yang diperlukan. Termasuk juga pupuk.

Ada begitu banyak manfaat dari penggunaan pupuk. Seperti halnya meningkatkan kandungan unsur hara pada tanah yang diperlukan tanaman, meningkatkan produktivitas tanaman, merangsang pertumbuhan daun, batang, dan akar. Bahkan sangat baik dalam menyuburkan dan menggemburkan tanah.

Setelah anda membaca beberapa manfaat diatas, tentu anda sudah sedikit tahu tentang pentingnya penggunaan pupuk pada tumbuh kembang tanaman.

Cara Fermentasi Kotoran Ayam Jadi Pupuk

Pada dasarnya, anda bisa membeli pupuk kandang yang sudah jadi di toko terdekat. Akan tetapi, jika anda ingin membawa hobi berkebun pada level yang lebih tinggi, maka tidak ada salahnya untuk mencoba belajar sendiri tentang cara membuat pupuk kandang.

Untuk bahan dasar pembuatan pupuk kandang, bisa berupa kotoran kambing, sapi, atau yang paling mudah ialah kotoran ayam.

Tata Cara Pembuatan Pupuk Kandang

Cara ini kami lansir dari ilmubudidaya.com. Namun sebelum itu, anda juga harus tahu beberapa alat dan bahan yang perlu dipersiapkan. Apa saja?

  • Ember, Cangkul, dan Terpal
  • Kotoran ayam atau kambing, sesuai takaran mulai dari 1/2 hingga 1 ton.
  • 200 kg abu/sekam/serabut bekas gergaji
  • 200 kg kapur pertanian (dolomit)
  • 4 botol EM4

Setelah alat dan bahan diatas sudah siap, maka langsung saja menuju pada cara pembuatan pupuk.

  1. Pertama, hancurkan terlebih dahulu kotoran ayam menggunakan mesin. Atau bisa juga dicampur dengan pupuk urea.
  2. Siapkan lahan untuk melakukan pengolahan pupuk, cari tempat kering dan bebas terpaan hujan.
  3. Buat beberapa lapisan bahan pembuatan pupuk dengan mencampurkan kotoran ayam beserta dengan kapur pertanian, sekam, atau bekas serabut gergaji, hingga dengan ketebalan mencapai 20-30 cm.
  4. Persiapkan ember yang sudah diisi dengan bakteri EM4, disesuaikan dengan dosis dan beri air secukupnya.
  5. Siramkan larutan EM4 tersebut pada campuran kotoran ayam yang sudah dibuat, dengan tingkat kadar mencapai 40%. Jika anda meremas segenggam kotoran serta tidak ada air yang menetes, berarti komposisi air sudah pas.
  6. Lakukan pula pada arah sebaliknya, buat gunungan dengan selebar terpal penutup yang sudah disiapkan.
  7. Tutup timbunan tersebut dengan terpal, serta beri beban pada setiap sisinya supaya tidak terhempas angin.
  8. Diamkan gunungan (calon pupuk kandang) selama 1 minggu, kemudian buka terpal supaya bakal pupuk melalui proses airasi pada pengomposannya.
  9. Apabila hawa panas keluar dari timbunan, kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa proses pengomposan sukses.
  10. Untuk menghilangkan aroma amoniak, dengan tujuan supaya bisa segera digunakan, diamkan selama 3 minggu supaya kotoran terkena angin.

Bagaimana? Cukup mudah bukan?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News