oleh

Data Pasien Covid-19 Diduga Dijual Di Bali Beredar Di Medsos

Kabarin.co.id, Denpasar – Salah satu akun di media sosial Twitter membikin heboh jagat maya lantaran statusnya menyebut kebocoran data pasien Covid-19 di Indonesia.

Lebih heboh lagi, akun tersebut menyebut jika sumber dari kebocoran data berasal dari pemerintah Provinsi Bali atau Rumah Sakit di Bali.

Pada cuitan akun bernama Teguh Aprianto @secgron, menulis status berbunyi “230 ribu data screening COVID-19 Indonesia yang bocor dijual hanya seharga 200 USD atau 2.8 juta rupiah. Berdasarkan pemeriksaan yang saya lakukan, data tersebut kemungkinan didapatkan dari Pemprov atau RS di Bali, jadi bukan seluruh Indonesia. cc : @gendovara,” tulis akun tersebut.

Akun tersebut juga menyebut sudah terjadi penjualandata yang bocor dengan harga Rp 2,8 juta. Terlepas dari itu, ia juga menyebut sumber kebocoran berasal dari Pemerintah Provinsi Bali dan Rumah Sakit.

Selain itu, akun Teguh Aprianto juga mengunggah sebuah gambar yang memperlihatkan bahwa akun bernama Data Shoping yang mengunggah dirinya mempunyai ” Data Base pasien Covid-19 di Indonesia” dalam bentuk My-SQL.

Dimana, My SQL tersebut merupakan sebuah manajemen basis data yang sangat populer serta banyak dipergunakan, termasuk di Indonesia.

Dalam spoiler Data Shoping, tamplan data My-SQl pasien berasal dari Bali, termasuk juga nama beberapa desa yang menjadi alamat cocok di daerah Bali.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kasubdit V Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus Polda Bali, AKBP Gusti Ayu Putu Suinaci, menyebut bahwa pihaknya belum mendapat laporan terkait dugaan bocornya data yang disebut pada seumber tersebut.

“Kami belum mendapat laporan, tapi kami akan selidiki,” jawab AKBP Su’inaci singkat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News