Departemen Perdagangan AS mendesak Taiwan untuk memasok chip ke produsen mobil AS

  • Bagikan
kontan.co.id

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KABARIN.CO.ID – WASHINGTON. Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) menyatakan, Departemen Perdagangan AS mendesak Taiwan Semiconductor Manufacturing Co Ltd dan perusahaan Taiwan lainnya untuk memprioritaskan kebutuhan pembuat mobil AS untuk mengurangi kekurangan chip dalam waktu dekat.

Mengutip Reuters, Rabu (5/5) Raimondo mengatakan pada acara Council of teh Americas bahwa dalam jangka panjang, peningkatan investasi diperlukan untuk menghasilkan lebih banyak semi konduktor di AS dan bahwa rantai pasokan penting lainnya perlu ditopang kembali, termasuk ke negara-negara sekutu.

“Kami bekerja keras untuk melihat apakah kami bisa mendapatkan Taiwan dan TSMC, yang merupakan perusahaan besar di sana, untuk memprioritaskan kebutuhan perusahaan otomotif kami karena ada begitu banyak pekerjaan Amerika yang dipertaruhkan,” kata Raimondo dalam menanggapi pertanyaan dari seorang eksekutif General Motors Co. 

“Seperti yang saya katakan, tidak ada hari berlalu di mana kita tidak memaksakannya.”

Raimondo menambahkan, solusi jangka menengah dan panjang, bagaimanapun adalah membuat lebih banyak chip di Amerika.”

Baca Juga: Krisis Cip Berawal dari Salah Proyeksi, Perang Dagang, sampai Kebakaran

Sejak Februari, pemerintahan Presiden Joe Biden telah mendesak Taiwan tentang masalah ini, tetapi produsen mobil melaporkan tidak ada peningkatan pasokan chip.

Departemen Perdagangan merencanakan pertemuan tingkat tinggi dengan produsen mobil yang akan berlangsung minggu depan tentang masalah tersebut, kata para pejabat yang menjelaskan tentang masalah tersebut. 
Seorang juru bicara Departemen Perdagangan menolak berkomentar.

Pekan lalu, Ford Motor Co memperingatkan kekurangan chip dapat memangkas produksi kuartal kedua hingga setengahnya.

Ford mengatakan kekurangan chip akan menelan biaya sekitar US$ 2,5 miliar dan sekitar 1,1 juta unit produksi yang hilang pada tahun 2021.

GM mengatakan pada hari Jumat akan memperpanjang penghentian produksi di beberapa pabrik Amerika Utara karena kekurangan chip.

Pada 12 April, Biden bertemu dengan para eksekutif industri otomotif dan semikonduktor di Washington untuk membahas solusi krisis chip. 

Dia telah mengusulkan US$ 50 miliar untuk mendukung manufaktur dan penelitian chip AS sebagai bagian dari proposal infrastruktur senilai US$ 2 triliun.

 

Sumber : Reuters
Editor: Herlina Kartika Dewi

Sumber Antara News

  • Bagikan