Menu

Mode Gelap

News · 8 Sep 2021 02:22 WIB ·

Dolar dekati tertinggi 1 minggu di Asia terangkat kenaikan imbal hasil


 Dolar dekati tertinggi 1 minggu di Asia terangkat kenaikan imbal hasil Perbesar

Investor mewaspadai pertemuan ECB pada Kamis (9/9), mengantisipasi potensi pemangkasan kecepatan pembelian obligasi PEPP (Program Pembelian Darurat Pandemi)

Tokyo (ANTARA) – Dolar melayang di dekat tertinggi satu minggu terhadap mata uang utama lainnya di perdagangan Asia pada Rabu pagi, didukung oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi dan melemahnya euro di tengah kehati-hatian sebelum keputusan kebijakan Bank Sentral Eropa.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama rivalnya, sedikit berubah pada 92,553, sedikit di bawah tingkat tertinggi Selasa (7/9) di 92,571, level yang tidak terlihat sejak 1 September.

Euro hampir datar di 1,18430 dolar AS setelah merosot ke 1,18375 dolar AS di sesi sebelumnya untuk pertama kalinya sejak 2 September.

Greenback mempertahankan kenaikan terbesarnya dalam sebulan versus mata uang Jepang dari semalam, diperdagangkan sedikit berubah pada 110,28 yen setelah terangkat oleh imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi.

Obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan naik setinggi 1,385 persen pada Selasa (7/9) untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juli, naik hampir 6 basis poin dari penutupan Jumat (3/9). Senin (6/9) adalah hari libur AS.

Indeks dolar telah jatuh ke level terendah sejak awal Agustus pada akhir pekan lalu, ketika laporan pekerjaan AS yang mengecewakan mendorong spekulasi Federal Reserve tidak akan mengumumkan pengurangan stimulus pada pertemuan kebijakan bulan ini.

Bank sentral AS mungkin juga memiliki alasan untuk berhenti sementara karena kematian akibat COVID-19 melonjak di negara itu. Data Reuters menunjukkan bahwa lebih dari 20.800 orang meninggal akibat virus dalam dua minggu terakhir, naik sekitar dua pertiga dari periode sebelumnya. Presiden Joe Biden akan menguraikan rencana untuk mengatasi varian Delta yang sangat menular pada Kamis (9/9).

“Penghindaran risiko di samping kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS telah membantu dolar memperpanjang pemulihan pasca-(laporan) penggajian,” Rodrigo Catril, ahli strategi valuta asing senior di National Australia Bank, menulis dalam catatan klien nya.

“Investor mewaspadai pertemuan ECB pada Kamis (9/9), mengantisipasi potensi pemangkasan kecepatan pembelian obligasi PEPP (Program Pembelian Darurat Pandemi).”

Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan pembelian PEPP kemungkinan turun hingga 60 miliar euro per bulan dari 80 miliar saat ini, sebelum penurunan lebih lanjut awal tahun depan dan skema berakhir pada Maret.

Di tempat lain, keputusan bank sentral Reserve Bank of Australia pada Selasa (7/9) untuk melanjutkan pengurangan pembelian obligasi sambil menambahkan konsesi dovish untuk memperpanjang program hingga Februari, membantu melemahkan dolar Aussie, yang sedikit berubah pada 0,73885 dolar AS pada Rabu, mempertahankan sesi sebelumnya yang melemah 0,7 persen.

Kiwi Selandia Baru juga menderita semalam, diperdagangkan sedikit berubah pada 0,7107 dolar AS menyusul penurunan hampir 0,5 persen.
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © (KABARIN)2021

Sumber Antara News

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

NCT Dream, ATEEZ dan sederet idola K-pop akan ramaikan MU:CON 2021

24 September 2021 - 23:03 WIB

NCT Dream, ATEEZ dan sederet idola K-pop akan ramaikan MU:CON 2021

Kemarin, Tukul tak derita KIPI vaksin hingga BTS sabet double platinum

24 September 2021 - 22:59 WIB

Perjumpaan hangat BTS dan Coldplay jelang rilis "My Universe"

Merek Mobil Asli Vietnam Semakin Gedor Eropa

24 September 2021 - 22:33 WIB

Merek Mobil Asli Vietnam Semakin Gedor Eropa

Aktor Kim Jung-hyun gabung di agensi Seo In-guk

24 September 2021 - 22:31 WIB

Aktor Kim Jung-hyun gabung di agensi Seo In-guk

Hari Paru Sedunia

24 September 2021 - 22:11 WIB

Hari Paru Sedunia

Mengakrabkan Masyarakat Indonesia dan Tiongkok

24 September 2021 - 21:59 WIB

Mengakrabkan Masyarakat Indonesia dan Tiongkok
Trending di News