Menu

Mode Gelap

esdm · 7 Sep 2021 07:10 WIB ·

ESDM Ubah Aturan Kompensasi Tanah Cs untuk Transmisi Listrik – Kabarin.co.id


 ESDM Ubah Aturan Kompensasi Tanah Cs untuk Transmisi Listrik – Kabarin.co.id Perbesar

Jakarta, kabarin.co.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis Peraturan Menteri (Permen) ESDM nomor 13 tahun 2021 tentang Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minimum Jaringan Transmisi Tenaga Listrik dan Kompensasi atas Tanah, Bangunan, dan/atau Tanaman yang Berada di Bawah Ruang Bebas Jaringan Transmisi Tenaga Listrik.

Aturan baru ini dikeluarkan untuk mencegah terjadinya gangguan listrik seperti pemadaman listrik (blackout) pada 4 Agustus 2019 lalu.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, dengan adanya aturan ini, maka hak masyarakat yang lahannya dilalui transmisi akan mendapatkan kompensasi.

Lahan yang dilalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) atau Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) masih menjadi milik warga. Namun aktivitasnya dibatasi demi keamanan instalasi dan keselamatan makhluk di bawahnya. Akibat pembatasan ini, maka warga berhak atas kompensasi sebagai penghargaan.

“Sebelumnya diatur dalam Permen ESDM No 27 tahun 2018. Melihat ke belakang pada insiden blackout di Jabar, Banten, dan DKI 4 Agustus salah satu dugaan karena terganggunya ruang bebas transmisi,” ungkapnya dalam Webinar “Ruang Bebas dan Kompensasi Jalur Transmisi Tenaga Listrik”, Selasa (07/09/2021).

Akibat insiden di masa lalu tersebut, maka pemerintah melakukan evaluasi mengenai ruang bebas. Pemerintah melakukan beberapa penyesuaian pada regulasi agar insiden ini tidak terulang lagi.

“Di antaranya penambahan batasan pemanfaatan ruang di bawah transmisi, pengaturan medan magnet dan listrik, dan pemeliharaan transmisi. Ada dua substansi utama yakni ruang bebas dan kompensasi melalui Permen 13 tahun 2021,” jelasnya.

Dengan berlakunya Permen 13 tahun 2021 ini, maka aturan sebelumnya Permen ESDM No 18 tahun 2015 dan Permen ESDM No 27 tahun 2018 tidak berlaku lagi.

“Kami harap dengan dengan terbitnya aturan Permen 13 2021 dapat membantu pelaku usaha menyelesaikan dinamika yang muncul saat pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan tanpa abaikan hak-hal masyarakat,” tuturnya.

Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Wanhar mengatakan kejadian blackout pada 4 Agustus 2019 menjadi sebuah pembelajaran. Pemadaman listrik saat itu menurutnya karena ada pohon sengon yang masuk dalam ruang bebas.

“Pohon sengon masuk di ruang bebas SUTT 500 KV sirkuit bagian Utara dengan masuknya pohon ini di ruang bebas secara alami secara teknik menyebabkan flashover,” paparnya dalam acara yang sama.

[Gambas:Video CNBC]

(wia)

Sumber kabarin.co.id

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin ditahan KPK

25 September 2021 - 00:19 WIB

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin ditahan KPK

KCCI Gelar Pameran Foto Jeju-Bali

25 September 2021 - 00:14 WIB

KCCI Gelar Pameran Foto Jeju-Bali

WHO Warning RI Soal Jabar, Banten, Jatim dan Jateng, Kenapa? – Kabarin.co.id

25 September 2021 - 00:10 WIB

Zenius kenalkan Zeniusland, ruang permainan edukatif beranimasi

24 September 2021 - 23:59 WIB

Zenius kenalkan Zeniusland, ruang permainan edukatif beranimasi

KPK Tetapkan Wakil Ketua DPR Tersangka Dugaan Korupsi – Kabarin.co.id

24 September 2021 - 23:50 WIB

Alasan Motor Tak Dapat Jatah Diskon PPnBM 100 Persen

24 September 2021 - 23:43 WIB

Sebagian motor yang dijual di Indonesia tidak dibebani PPnBM dari pemerintah, kecuali yang jenisnya di atas 250 cc.
Trending di News