oleh

Film Parasite Bawa Mi Korea Chapaguri Jadi Terkenal

Kabarin.co.id, Jakarta – Film Korea Selatan (Korsel), berhasil meraih empat penghargaan pada ajang Academy Awards ke-92 akhir pekan lalu.

Film tersebut semakin viral pasca meraih Oscar, bahakn resep dari salah satu makanan yang disajikan dalam film itu pun saat ini banyak beredar di Internet dan Youtube.

Parasite mempunyai alur cerita tentang perbedaan kelas sosial antara keluarga Kim yang miskin dan keluarga Park yang kaya. Salah satu adegan memperlihatkan perbedaan kelas kedua keluarga tersebut melalui mie instan.

Adegan yang dimaksud bermula saat beluarga Park berangkan untuk perjalanan berkemah. Akan tetapi ditengah jalan, mereka berbalik dan menuju rumah saat hujan turun.

Pada perjalanan pulang, Ny park meminta pengurus rumah tangganya, Bibi Kim menyiapkan semangkuk ‘ram-don” untuk putranya yang masih kecil. Ia meminta ram-don sudah harus siap ketika mereka sudah tiba dirumah.

Bibi Kim pun menutup telepon serta bertanya-tanya apa itu ‘ram-don”. Dalam kondisi panik, ia mencampur dua jenis mie instan serta beberapa potong daging sirloin. Ajaibnya, mis instan tersebut menjadi tampak lebih baik.

Istilah ‘ram-don’ sendiri diciptakan untuk film oleh penerjemah bahasa Darcy Paquet, lantaran nama asli Korea untuk hidangan chapaguri merupakan kombinasi dari dua jenis mis instan.

Diungkap oleh profesor sejarah Korea dan studi Asia Timur di UCLA, Dr Jennifer Jung-Kim, chapaguri umumnya bentuk kombinasi dari dua produk mie dari pabrikan Korea Nongshim.

Seperti dikutip dari MSN, Selasa (11/2), dijelaskan bahwa munculnya produk Nongshim pada tahun 1982. Neoguri merupakan cara orang Korea yang sakit hati bisa menerima kembali, yang secara trebuka menikmati mie Jepang.

Menurut Dr Jung-Kim, dengan adanya perang dagang Korea-Jepang sekarang, beberapa produk Jepang sangat tidak populer serta banyak pasar sudah menarik barang dari Jepang.

“Dan sebagian besar orang Korea lebih menyukai mi Korea bahkan sebelum perang, karena citarasa mereka yang lebih kuat,” ia menyimpulkan, merujuk pada jchampo dan jajang gochugaru dan chunjang.

“Bong Joon-ho mengatakan keluarga Park memasukkan daging sapi Korea premium. Bahwa keluarga dapat dengan santai menggunakan Hanu dalam hidangan biasa seperti mi instan menunjukkan berapa banyak uang yang mereka miliki,” jelas Dr. Jung-Kim.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News