HM Sampoerna (HMSP) alihkan bisnis jasa dan sejumlah karyawan ke perusahaan afiliasi

  • Bagikan
kontan.co.id

ILUSTRASI. HM Sampoerna (HMSP) alihkan bisnis jasa dan sejumlah karyawan ke perusahaan afiliasi

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Noverius Laoli

KABARIN.CO.ID –  JAKARTA. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mengalihkan kegiatan usaha penyediaan jasa kepada PT Philip Morris Sampoerna International Service Center (PMSISC) yang juga anak usaha dari PT Philip Morris Indonesia. 

Penyediaan jasa yang dialihkan adalah di bidang keuangan yang terdiri dari pengawasan keuangan, pusat keahlian untuk perencanaan dan pelaporan keuangan dan analisis, serta lead to cash (jasa).

Berdasarkan keterbukaan informasi HM Sampoerna di Bursa Efek Indonesia, Selasa (4/5), pengalihan bisnis ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi perusahaan dan lebih fokus pada kegiatan usaha utamanya, yakni manufaktur dan penjualan rokok. 

Penandatanganan perjanjian ini berlangsung pada 30 April 2021 dan berlaku efektif mulai 1 Mei 2021.

Baca Juga: Kalbe Farma Bidik Pendapatan Naik 5%-6% di 2021, Valuasi Saham KLBF Masih Menarik

Sejalan dengan dialihkannya kegiatan usaha penyediaan jasa tersebut, HM Sampoerna juga mengalihkan sebanyak 41 karyawannya kepada PMSISC. Di samping itu, HM Sampoerna juga mengalihkan enam orang karyawan di bagian digital ke PMSISC.

Seiring pengalihan karyawan tersebut, nantinya HM Sampoerna akan menggunakan jasa PMSISC dalam kegiatan konsultasi manajemen pemasaran digital dalam mendukung kegiatan usahanya. Hal ini dilakukan dalam rangka efisiensi perusahaan.

Menurut manajemen HM Sampoerna, dalam proses pengalihan tersebut, semua hak (termasuk manfaat) dan kewajiban karyawan yang bersangkutan, yakni kompensasi dan tunjangan, grade, status dan tanggung jawab pekerjaan tidak berubah. Masa kerja seluruh karyawan pun akan tetap diperhitungkan dari awal masuk kerja di HM Sampoerna.

Baca Juga: HM Sampoerna Masih Akan Tertekan, Simak Rekomendasi untuk Saham HMSP

Sebagai informasi, nilai transaksi pengalihan bisnis jasa ini adalah sebesar Rp 19,79 miliar dan pengalihan karyawan sebesar Rp 724,97 juta sesuai dengan nilai pasar bisnis per 31 Desember 2020. 

Transaksi ini bukan termasuk transaksi material karena nilai transaksi pengalihan bisnis hanya mencakup 0,07% dan pengalihan karyawan hanya 0,0024% dari ekuitas perusahaan per akhir 2020.

 

Reporter: Nur Qolbi
Editor: Noverius Laoli

Sumber Antara News

  • Bagikan