oleh

Kemendag Akan Cek Pasar Terkait Kabar Garam Industri

Kabarin.co.id, Jakarta – Seperti yang dikabarkan, impor garam industri rembes ke pasar dan bahkan dikonsumsi oleh masyarakat. Memberikan tanggapan akan hal tersebut, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Tjahja Widayanti ikut angkat bicara.

“Itu saya cek dulu ya, saya belum berani bilang, saya harus cek. Ini sama saja dengan gula. Saya pun dari tadi dapat informasi katanya gula rafinasi (yang hanya untuk industri) rembes ke pasar. Tapi kan saya harus cek dulu. Benarkah itu diangkut dari gudang si produsen ke yang membutuhkan, itu kita tidak tahu,” ungkap Tjahja pasca menghadiri Gathering Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI) di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Senin (29/7/2019).

Akan tetapi, Tjahya juga menyebut bahwa garam impor khusus untuk industri mempunyai kadar NaCl yang tinggi, diatas 97 persen. Sedangkan garam konsumis harusnya mempunyai kadar 94 persen.

“Kalau untuk garam memang ada perbedaan dari NaCl-nya. Kalau industri kan NaCl-nya tinggi, di atas 97%. Kalau konsumsi garam lokal ini masih di bawah itu,” jelasnya.

Menjelaskan acuan pada Peraturan Kemendag (Permendag) Nomor 125 tahun 2015, impor garam yang diperuntukkan bagi kebutuhan industri. Selanjutnya, garam industri tersebut dilarang diperjual-belikan ke masyarakat.

Sedangkan untuk impor garam konsumsi, hanya bisa dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang khusus bergerap pada usaha pergaraman. Itu juga harus melalui persetujuan dari kementerian terkait.

“Itu sebabnya masih belum match garam industri dengan produksi garam lokal,” ungkapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News