oleh

Kemenhub Sedang Mengkaji Modifikasi Kabin Mobil Jadi Tempat Tidur

Saat ini sudah banyak para pemudik yang mengubah kabin mobilnya menjadi tempat tidur berjalan. Dari pihak kepolisian sendiri telah melontarkan komentar terkait hal tersebut, saat ini giliran Kementrian Perhubungan (Kemenhub) yang buka suara mengenal hal tersebut.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setyadi menuturkan bahwa ia baru mengetahui akan adanya hal tersebut. Dan ia berkata hal tersebut akan segera dipelajari.

“Apabila ini tidak sesuai dengan ketentuan, maka kita akan memberikan satu larangan. Karena pada tempat-tempat yang tidak semestinya ini menimbulkan masalah yang berkaitan dengan keselamatan,” Kata Budi, di Jakarta, Kamis (30/5).

Seperti yang diketahui sebelumnya, pihak kepolisian belum bisa menindak saat ditemukan kejadian modifikasi kabin mobil menjadi tempat tidur. Namun, berdasarkan pengalaman tahun lalu, kerap kali ditemukan mobil yang bagian jok belakangnya telah diubah menjadi tempat tidur dengan penambahan matras atau kasur.

Biasanya tempat tidur berjalan tersebut digunakan untuk area bermain anak kecil atau tempat berisitrahat sementara orang dewasa saat lelah duduk selama melakukan perjalanan mudik.

Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris M Nasir, menuturkan bahwa modifikasi kabin seperti itu belum dikategorikan sebagai pelanggaran lalu lintas. Meskipun demikian ia mengatakan hal tersebut bisa saja menimbulkan bahaya bagi para penumpang.

“Untuk pelanggaran, ya tidak masuk pelanggaran,” tutur Nasir, Selasa (28/5).

Menurutnya, para penumpang yang menggunakan sabuk pngaman saat berada di dalam mobil lebih aman dibandingkan dengan yang tidak menggunakan sabuk pengaman. Komponen yang digunakan dalam membuat jok mobil dipercaya telah melalui serangkaian uji keamanan yang telah lolos standar keamanan berkendara.

Nasir juga mengungkapkan jika para penumpang sedang terlelap tidur pada kabin yang telah diubahnya tersebut, saat terjadi kecelakaan kemungkinan besar para penumpang bisa mengalami cedera fatal.

“Seperti mobil terguling-guling, fatal dampaknya. Tapi ya tidak bisa dibilang ini pelanggaran juga. Harus ada pengujiannya dulu,” kata Nasir.

Praktisi keselamatan berkendara tidak menganjurkan penggunaan kasur atau matras saat berkendara sebagaipengganti jok mobil. Direktur Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Palubuhu, menjelaskan bahwa modifikasi kabin menjadi tempat tidur dapat memicu para penumpang untuk rebahan dan tidur selama dalam perjalanan tersebut.

“Bisa dibayangkan efek dari penumpang yang tidak menggunakan sabuk saat deselerasi itu bisa keluar dari jendela, kekocok-kocok di dalam kabin. Makanya pakai sabuk pengaman, duduk, bukan tidur menggunakan kasur,” kata Jusri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News