oleh

Kerja Keras Tenaga Kesehatan Kawal Aksi Rusuh 22 Mei

Kabarin.co.id, Jakarta – Ramai pemberitaan terkait aksi 22 Mei yang disinyalir membawa damai. Namun hal tersebut nyatanya banyak menyita perhatian masyarakat Indonesia bahkan dunia, lantaran aksi tersebut mengharuskan pihak terkait untuk bekerja lebih lama dibanding dengan biasanya. Tidak terkecuali tenaga kesehatan.

Disebutkan oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr Widyastuti, MKM, para tenaga kesehatan (nakes) harus bekerja sistem 3 shift dikarenakan bertepatan juga dengan bulan puasa. Akan tetap hal ini bukan pertama kalinya, ketika ada kejadian besar, para nakes memang mempunyai tugas lebih berat lagi.

“Kalau di kami sudah bikin, SOP ini kan bukan hanya untuk pada saat kasus kemarin. Kami sudah ada SOP kalau kami memberi dukungan kesehatan seperti contoh Asian Games, arus mudik seperti ini,” jelasnya ketika ditemui di Kementerian Kesehatan RI, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (23/5/2019).

“Kami bikin shift karena puasa jadi shiftnya 3, aplusannya di tiap jam siang, sore dan malam. Termasuk yang di lapangan, ambulans lapangan kita bikin 3 (shift). Kita ada ambulans terdekat yang kita dorong, begitu ini capek ada ambulans pengganti yang sudah siap,” imbuh dr Widyastuti.

Dalam hal ini, Ambulans yang dikerahkan pun tidak hanya dari Dinas Kesehatan setempat, dijelaskan oleh dr Widyastuti bahwa ambulan dari jajaran Puskesmas, rumah sakit, bahkan Palang Merah Indonesia (PMI) juga turut membantu dalam aksi tersebut.

“Pada prinsipnya adalah bagaimana mempercepat evakuasi pasien ketika membutuhkan pertolongan dengan cepat,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News