KKP perkirakan pasokan ikan cukup penuhi kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri

  • Bagikan
arrow daftar

ILUSTRASI. Ikan Cakalang hasil sortir siap didistribusikan dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tumumpa di Manado, Sulawesi Utara. ANTARA FOTO/Adwit B Pramono/rwa.

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Herlina Kartika Dewi

KABARIN.CO.ID –¬†JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkirakan pasokan ikan akan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat Ramadan dan hari raya Idul Fitri.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menerangkan, hal tersebut dilihat dari analisis tahun 2020 serta prognosa kebutuhan dan ketersediaan ikan di tahun 2021.

Berdasarkan prognosa KKP tahun 2021, kebutuhan ikan selama Ramadan dan hari raya Idul Fitri atau pada April-Mei 2021 adalah sebesar 2,52 juta ton, sementara prognosa ketersediaan ikan selama April dan Mei sebesar 2,69 juta ton.

“Dengan demikian prognosa pasokan ikan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan ramadan dan hari raya idul fitri,” ujar Sakti Wahyu Trenggono dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR, Kamis (18/3).

Dia menjelaskan, permintaan ikan pada minggu pertama puasa diperkirakan akan naik. Namun, permintaan ini akan kembali stabil di minggu kedua hingga lebaran.

Baca Juga: Pasokan Pangan Aman Hingga Mei Tapi Ada Potensi Kenaikan Harga

Selanjutnya, permintaan ikan diperkirakan menurun pada saat lebaran dan stabil kembali pada H+3 lebaran, kemudian akan meningkat pada H+7 untuk kebutuhan hotel, restoran, catering dan oleh-oleh.

Permintaan ikan di berbagai daerah akan berbeda-beda, terutama untuk komoditas yang menjadi makanan khas daerah atau terdapat tradisi untuk mengkonsumsi jenis-jenis ikan tertentu.

Tak hanya terkait permintaan ikan, KKP juga memproyeksi fluktuasi harga menjelang, pada saat dan setelah puasa dan lebaran.

“Harga ikan dan pasokan sebelum puasa diprediksi akan stabil, namun pada minggu pertama puasa harga ikan akan mengalami kenaikan sebesar 5%-15%, dan diprediksi akan kembali normal pada minggu kedua samapai menjelang lebaran,” ujar Sakti Wahyu Trenggono.

Adanya pandemi Covid-19 masih menyebabkan penurunan permintaan pada hotel, restoran dan jasa katering. Sementara, untuk pasar ritel modern, terjadi peningkatan permintaan untuk jenis tertentu seperti gurami, udang, nila dan kakap dan lainnya pada saat seminggu menjelang puasa dan menjelang lebaran.

KKP memproyeksi, harga ikan saat puasa dan lebaran tidak akan jauh berbeda dengan tahun 2020. Dimana, di 2020 komoditas yang mengalami kenaikan harga saat puasa dan lebaran adalah cakalang, ikan kembung dan tongkol dengan kenaikan rata-rata 10%, sementara harga bandeng dan tuna cukup stabil dan mengalami penurunan harga yang tidak signifikan.

Baca Juga: Bank Indonesia (BI) memperkirakan terjadi inflasi tipis pada bulan Maret 2021

Adapun, strategi yang dilakukan KKP untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga ikan antara lain melakukan program peningkatan produksi budidaya, melakukan konsolidasi dan komunikasi dengan suplier besar, asosiasi, BUMN perikanan, retail modern, rumah makan, dinas KP untuk mengamankan pasikan dan harga ikan.

KKP juga memfasilitasi sarana cold storage dan kendaraan berpendingin, mengembangkan koridor logistik ikan, mengimplementasikan sistem resi gudang komoditas ikan, melakukan bazaar produk/pasar ikan murah online dan offline. 

Tak hanya itu, KKP juga memonitoring pasokan dan harga ikan melalui portal satu data KKP serta pemantauan langsung di kota-kota besar di Indonesia.

 

Reporter: Lidya Yuniartha
Editor: Herlina Kartika Dewi

Sumber Antara News

  • Bagikan