oleh

Konflik Dagang Antara Jepang Dan Korsel Memanas

Kabarin.co.id, Seoul – Untuk saat ini, kondisi pasar Asia semakin tidak menentu. Pasca lesu dari dampak perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, kini Asia kembali dihadapkan dengan konflik dagang antara Jepang dan Korea Selatan (Korsel). Pasalnya, hubungan negara dengan ekonomi terbesar kedua dan keempat di Asia tersebut memasuki titik terendah.

Diketahui, Jepang akan mencabut Korsel dari daftar putih atau daftar mitra terpercayanya. Perusahaan asal Korsel yang bergerak apda bidang pembuatan layar OLED, TV, dan semikonduktor akan kehilangan pasokan komponen serta material dari Jepang. Keputusan tersebut dikelaurkan sebulan pasca Korsel dikenai sanksi.

“Beberapa produk yang dicabut Jepang akan menjadi sebuah masalah bagi Korsel, terutama produk yang dimonopoli perusahaan Jepang,” ungkap Yoon Joon-won dari HDC Asset Management, seperti dikutip dari Japan Today.

“Samsung tidak akan bangkrut. Tapi, dampaknya akan dapat dirasakan cukup besar bagi para investor,” lanjutnya.

Ketegangan dipicu dengan kritikan Korsel terhadap Jepang mengenai kompensasi korban Perang 1910-45.

Menurut SK Securities, bagaimanapun sebagian besar dari 20 barang teratas yang diperlukan industri teknologi Korsel bergantung pada Jepang. Kecemasan terbesar lainnya oleh Korsel ialah kurangnya komponen pembuatan peralatan elektronik.

“Masalahnya ialah mayoritas komponen dan material yang kami perlukan sangat bergantung pada Jepang. Sebaliknya, produk Korsel yang diimpor ke Jepang tidak begitu memiliki nilai tambah atau sangat krusial,” ucap Kim Hyo-jin dari SK Securities.

Dari keterangan Presiden Korsel, Moon Jae-in, ia menyebut Jepang sangat egois. “Pemerintah Jepang harus bertanggung jawab karena membuat situasi memburuk setelah mengabaikan Pemerintah Korsel dan masyarakat internasional untuk menyelesaikan isu ini secara diplomatis,” ungkap Jae-in, seperti dilansir Korea Times.

“Saya memperingatkan Pemerintah Jepang akan sepenuhnya menanggung akibatnya,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News