KPK Sebut Bupati Lampung Utara Korupsi Sejak Awal Menjabat

  • Bagikan
KPK Sebut Bupati Lampung Utara Korupsi Sejak Awal Menjabat
foto : CNN Indonesia/Andry Novelino

Kabarin.co.id, Jakarta – Bupati Lampung Utara periode 2014-2019, Agung Ilmu Mangkunegara ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Basaria Panjaitan selaku wakil ketua KPK, mengungkap bahwa perilaku koruptif Agung sudah terbaca sejak awal menjabat.

Dalam penuturannya Basaria menyebut bahwa Agung memanfaatkan posisi sebagai kepala daerah baru guna memperoleh pendapatan di luar penghasilan resmi.

“Sebelumnya, sejak tahun 2014, sebelum SYH [Syahbuddin] menjadi Kepala Dinas PUPR Lampung Utara, AIM [Agung] yang baru menjabat memberi syarat jika SYH [Syahbuddin] ingin menjadi Kepala Dinas PUPR, maka harus menyiapkan setoran fee sebesar 20-25 persen dari proyek yang dikerjakan oleh Dinas PUPR,” ungkap Basaria ketika konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Lebih lanjut, sikap koruptif terus berlanjut dan terkait juga dengan pihak rekanan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara bernama Chandra Safari, yang sudah mengerjakan setidaknya 10 proyek sejak tahun 2017 hingga 2019.

“Sebagai imbalan atau fee, CHS [Chandra] diwajibkan menyetor uang pada AIM [Agung], Bupati Lampung Utara melalui SYH [Syahbuddin], Kepala Dinas PUPR dan RSY [Raden Syahril], orang kepercayaan Bupati,” jelas Basaria.

Basaria juga menjelaskan bahwa Agung sudah menerima uang sebesar Rp 1 miliar dari proyek Dinas PUPR. Rincian penerimaan uang tersebut tepat pada bulan Juli 2019 sebesar Rp 600 juta, September 2019 Rp 50 juta, dan Oktober 2019 sebesar Rp 350 juta.

“Uang tersebut direncanakan digunakan sewaktu-waktu untuk kepentingan AIM [Agung], Bupati Lampung Utara,” papar Basaria.

  • Bagikan