Lagi! Kasus Covid Singapura Pecah Rekor Baru, Kenapa? – Kabarin.co.id

  • Bagikan

Jakarta, kabarin.co.id – Kasus lokal Covid-19 di Singapura kembali memecahkan rekor dalam satu tahun terakhir. Setelah Selasa (7/9/2021), negeri itu melaporkan 328 kasus baru, Rabu (8/9/2021) dilaporkan 347 tambahan infeksi lokal.

“Di 8 september 2012, pukul 12 siang, ada 349 kasus infeksi Covid-19, terdiri dari 347 kasus lokal dan dua kasus impor,” tulis Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (9/9/2021).

Kenaikan kasus terjadi karena massifnya tes yang dilakukan pada klaster-klaster Covid-19 yang ada. Kemarin, pemerintah tak menemukan adanya klaster baru.

MOH menyebut mengawasi ketat setidaknya sembilan klaster. Lima di antaranya terkait penyebaran Covid-19 di persimpangan bus negeri kota itu, yakni Toa Payoh, Bishan, Clementi, Tampines dan Boon Lay.

“Secara total ada 19 kasus terkait dengan persimpangan bus ini,” catat media setempat Channel News Asia (CNA).

Sementara itu, kemarin Singapura juga melaporkan kasus kematian baru. Ini menjadikan total kasus meninggal menjadi 56 orang.

Pasien diidentifikasi seorang nenek berusia 93 tahun. Ia dikenal dengan kasus 71194, dan disebut memiliki penyakit bawaan seperti diabetes, ginjal, dan hipertensi.

Ia dinyatakan bergejala 2 September lalu dan dirawat di Pusat Nasional Penyakit Menular Singapura 5 September. Dalam keterangannya MOH menyebut pasien belum pernah disuntik vaksin Covid-19.

Sebelumnya dalam konferensi persnya, pemerintah Singapura memang meyakini bakal ada peningkatan kasus secara eksponensial di negeri itu. Ketua Gugus Tugas Covid-19 Singapura Lawrence Wong mengatakan negeri itu perlu mengambil tindakan cepat guna menekan kasus dan memperlambat penularan.

Ia berujar ketika kasus meningkat tajam akan ada lebih banyak kasus di ICU dan lebih banyak orang meninggal karena virus. Karenanya, Singapura akan meningkatkan frekuensi tes, dari setiap dua minggu sekali menjadi seminggu sekali mulai Senin depan.

“Yang menjadi perhatian kami bukan hanya jumlah absolut kasus, tetapi tingkat penyebaran virus. Dan itulah tingkat reproduksi,atau R,” kata Wong pada Senin (6/9/2021).

“Saat ini R lebih dari satu. Kasus meningkat dua kali lipat setiap minggu. Jika kita melanjutkan lintasan infeksi ini, itu berarti kita dapat memiliki 1.000 kasus (harian) dalam dua minggu, atau mungkin 2.000 kasus (harian) dalam sebulan.”

Mengutip Worldometers, Singapura per pagi ini mencatat 2.785 kasus aktif, di mana enam dinyatakan serius. Sejak awal pandemi, ada total 69.582 kasus Covid-19 di Negeri Singa.

[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)

Sumber kabarin.co.id

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *