oleh

Lockdown Vietnam Jadi Berkah RI, Krisis Listrik China Masalah – Kabarin.co.id

Jakarta, kabarin.co.id – Indonesia mendapatkan untung dari kebijakan lockdown Vietnam. Industri-industri dalam negeri dapat kelimpahan order ekspor dari yang ditinggalkan Vietnam. Namun, ancaman baru datang dari krisis energi di China yang baru-baru ini terjadi.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta mengakui ada limpahan order yang datang akibat berhentinya produksi di negara tersebut akibat pandemi.

“Ekspor sebulan bisa sampai US$ 2 miliar, potensi limpahannya sebesar itu. Yang jadi masalah seberapa mampu kita nampung, karena kita punya ketergantungan bahan baku sama impor,” katanya kepada kabarin.co.id, Kamis (30/9/21).

Pilihan Redaksi
  • Pengusaha Sepatu RI Raup Cuan Gegara Lockdown Vietnam

Persoalan bahan baku impor itu menjadi kendala ketika garmen di Indonesia siap memproduksi lebih banyak produk di sektor hilir. Sehingga, kemampuan produksi tidak bisa mengimbangi permintaan yang datang.

“Kemampuan ekspor garmen kita rata-rata sekitar US$ 500 juta per bulan, mungkin bisa naik per bulan 10%-15% sudah bagus, naiknya kita 15% tapi dilihat potensinya masih sangat besar. Meningkat 30% pun memungkinkan,” jelasnya.

Namun, bukan berarti Indonesia bisa menerima semua order tersebut. Pasalnya sebagian bahan baku impor berasal dari China.

“Setengahnya impor dari China, sedangkan China ada masalah sekarang di energi, dan masalah itu sepertinya nggak bisa selesai cepat, jadi beberapa perusahaan stop men-supply energi sampai 60%, jadi ada masalah lain,” ujarnya.

Persoalan energi di China membawa dua sisi bagi Indonesia, baik dari sisi kesulitan mengimpor bahan baku, hingga kelimpahan order yang tidak jadi ke negeri Tirai Bambu tersebut.

“Industri hulu di negara lain akan geliat dengan China ada kasus seperti ini, tapi dalam seminggu dua minggu masih belum terasa, karena stok China masih banyak, tapi begitu stok abis, demand di banyak negara akan naik,” sebutnya.

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)

Sumber kabarin.co.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *