Malaysia Serius Damai dengan Covid, Jadi Endemik di Oktober – Kabarin.co.id

  • Bagikan

Jakarta, kabarin.co.id – Malaysia bakal memperlakukan Covid-19 sebagai penyakit endemik sekitar akhir Oktober mendatang. Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Mohamed Azmin Ali pada Selasa (7/9/2021).

Penyakit Covid-19, yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2, akan menjadi endemik ketika penyakit tersebut hadir secara permanen dan terus beredar di kalangan masyarakat. Nantinya Covid-19 akan disamakan dengan penyakit endemik lainnya, termasuk influenza, demam berdarah dan malaria.

Sebelumnya Malaysia telah berjuang untuk menjinakkan lonjakan kasus Covid-19 setiap hari, hingga pemerintah memberlakukan beberapa putaran penguncian. Dalam beberapa waktu terakhir, Malaysia mencatat lebih dari 20 ribu kasus baru tiap harinya.

Azmin juga mengatakan lebih dari 75% populasi orang dewasa Malaysia diperkirakan akan divaksinasi penuh pada akhir Oktober. Saat ini, 88% orang dewasa atau sekitar 63% dari seluruh populasi telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19.

Pekan lalu, Menteri Kesehatan Khairy Jamaluddin mengatakan pemerintah Malaysia akan menyederhanakan beberapa langkah jarak sosial dalam beberapa minggu mendatang guna mempersiapkan fase endemik Covid. Namun penggunaan masker masih tetap diperlukan untuk membatasi penyebaran virus corona.

Di sisi lain, akibat Covid-19, bank sentral Malaysia pada Agustus lalu menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi 2021 menjadi 3% menjadi 4%, dari sebelumnya 6% menjadi 7,5%. Tetapi Azmin mengatakan ekonomi Malaysia tetap tangguh, dengan pemulihan yang didorong oleh permintaan eksternal dan proyek infrastruktur yang sedang berlangsung.

“Keterjangkauan dan aksesibilitas vaksin adalah faktor kunci dalam memastikan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Azmin, dikutip dari CNBC International.

Selain Malaysia, negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina mengalami kebangkitan kasus Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona varian delta yang lebih menular.

[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)

Sumber kabarin.co.id

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *