Menkes: Distribusi dan vaksinasi vaksin AstraZeneca mulai dilakukan minggu depan

  • Bagikan
arrow daftar

ILUSTRASI. AstraZeneca. REUTERS/Peter Cziborra

Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Handoyo .

KABARIN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, distribusi dan pelaksanaan vaksinasi dengan menggunakan vaksin AstraZeneca rencananya mulai dilakukan minggu depan.

“InsyaAllah rencananya minggu depan akan kita mulai distribusi dan vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca,” kata Budi saat konferensi pers virtual, Jumat (19/3).

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah melaksanakan pengkajian lebih lanjut bersama dengan tim pakar Komnas Penilai Obat, Komnas PP Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Hal ini merespon terkait dengan penangguhan penggunaan vaksin AstraZeneca di sejumlah negara di Eropa.

Badan POM RI bersama tim pakar Komnas Penilai Obat, Komnas PP KIPI dan ITAGI telah melakukan pembahasan pada tanggal 19 Maret 2021 dengan rekomendasi sebagai berikut. Pertama, saat ini angka kejadian COVID-19 global termasuk di Indonesia masih tinggi, sehingga walaupun pada pemberian vaksinasi mungkin dapat menimbulkan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), namun risiko kematian akibat COVID-19 jauh lebih tinggi. Oleh karena itu, masyarakat tetap harus mendapatkan vaksinasi COVID-19 sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Baca Juga: BPOM putuskan vaksin Covid-19 AstraZeneca dapat mulai digunakan

“Manfaat pemberian vaksin COVID-19 AstraZeneca lebih besar dibandingkan risiko yang ditimbulkan, sehingga vaksin COVID-19 AstraZeneca dapat mulai digunakan,” kata BPOM dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/3).

BPOM menyebut, dalam informasi produk vaksin COVID-19 AstraZeneca telah dicantumkan peringatan kehati-hatian penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca pada orang dengan trombositopenia dan gangguan pembekuan darah.

Vaksin COVID-19 AstraZeneca yang diterima di Indonesia melalui COVAX facility diproduksi di Korea Selatan dengan jaminan mutu sesuai standar persyaratan global untuk Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). “Badan POM RI bersama Kementerian Kesehatan dan KOMNAS PP KIPI terus memantau keamanan vaksin yang digunakan di Indonesia dan menindaklanjuti isu setiap kejadian ikutan Pasca Imunisasi,” tutur BPOM.

 

Reporter: Vendy Yhulia Susanto
Editor: Handoyo .

Sumber Antara News

  • Bagikan