Moeldoko bantah isu TMII akan dikelola yayasan milik Jokowi

  • Bagikan
arrow daftar

ILUSTRASI. Kepala Staf Presiden Moeldoko membantah isu Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan dikelola oleh yayasan milik Presiden Jokowi.

Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Khomarul Hidayat

KABARIN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita. Kepala Staf Presiden Moeldoko pun membantah isu yang mengatakan TMII akan dikelola oleh yayasan milik Presiden Joko Widodo.

“Jadi saya ingatkan, jangan lagi ada yang berpandangan nanti akan muncul yayasan baru yang dikelola Pak Jokowi. Itu pandangan primitif. Jangan ada lagi pandangan seperti itu,” ujar Moeldoko dalam konferensi pers, Jumat (9/4).

Dia mengatakan, nantinya TMII akan dikelola secara profesional oleh BUMN di bidang pariwisata.

Baca Juga: Pemerintah ganti pengelola TMII dari Yayasan Harapan Kita

Kata Moeldoko, salah satu pertimbangan pengambilalihan pengelolaan ini lantaran TMII mengalami kerugian dari waktu ke waktu. “Saya mendapat informasi bahwa setiap tahun Yayasan Harapan Kita mensubsidi antara Rp 40 miliar sampai Rp 50 miliar. Dan pastinya tidak memberikan kontribusi kepada negara,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, sejak tahun 2016, Menteri Sekretaris Negara sudah melakukan pendampingan untuk melihat tata kelola TMII. Bahkan, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) melakukan assessment terhadap pengelolaan TMII.

Ada tiga hal yang direkomendasikan, yakni dikelola oleh swasta, kerjasama pemerintah, dan dalam bentuk Badan Layanan Umum (BLU).

Menurut Moeldoko, telah disiapkan tim transisi untuk memperbaiki pengelolaan TMII. “Tim ini bertugas tiga bulan untuk menyiapkan ke depannya dikelola seperti apa,” katanya.

Dia juga menegaskan, ke depannya TMII akan dikelola sebagai kawasan pelestarian dan pengembangan budaya bangsa serta sarana wisata edukasi bermatra budaya nusantara. “TMII harus betul-betul ditempatkan sebagai tempat yang memiliki nilai keekonomian, sosial, budaya dan beragam nilai lainnya,” ujarnya.

 

 

Reporter: Abdul Basith Bardan
Editor: Khomarul Hidayat

Sumber Antara News

  • Bagikan