oleh

Motif Ibu dan Anak Membunuh Korban dan Jenazahnya Dicor di Mushala

Kabarin.co.id – Setelah dilakukan penyelidikan, aparat dari kepolisian Jember berhasil mengungkap kasus kematian Surono (51), warga Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang telah ditemukan tewas dan jenazahnya dicor di bawah mushala di dalam rumahnya.

Pelakunya adalah istri dan anaknya sendiri yitu Busani (45) dan Bahar (27), polisi pun telah menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Selain itu, polisi pun berhasil mengungkap motif dari pelaku yang tega menghabisi korban.

Kedua pelaku tega menghabisi nyawa korban lantaran ekonomi dan dendam yang dilatarbelakangi asmara.

“Motif pembunuhan itu karena ekonomi, juga ada dendam yang dilatarbelakangi asmara,” ujar Kapolres Jember, AKBP Alfian Nurrizal saat merilis pengungkapan peristiwa itu di Mapolres Jember, Kamis (7/11/2019).

Alfian pun menjelaskan, Surono adalah petani kopi yang memiliki penghasilan cukup lumayan. Setahun sekali hasil panen dari kopi, dia bisa mendapatkan hasil penjualan antara Rp 90 hingga Rp 100 juta. dan belum lagi, pendapatan dari komoditas pertanian lain yang ditanamnya.

Bahar merasa, penghasilan dari ayahnya banyak, tetapi dia hanya mendapatkan pembagian yang sedikit, begitu pula dengan istrinya.

Istrinya pun menduga, uang milik Surono diberikan kepada seorang perempuan yang menjalin hubungan gelap dengan Surono, lantas Busani menceritakan apa yang dirasakannya kepada Bahar.

Mendengar cerita dan keluhan ibunya tersebut, akhirnya Bahar pun memutuskan untuk membunuh ayahnya. Keinginan itu dia katakan di hadapan ibunya. Sang ibu yang mendengar itu pun tidak melarang keinginan anaknya hingga pada akhirnya Surono ditemukan tewas di bawah mushala rumahnya.

Setelah ayahnya tewas, lanjut Alfian, Bahar mengambil uang ayahnya Rp 6 juta dan membawa sepeda motor Honda CBR nya, dan kemudian dijualnya sebesar Rp 19 juta. Sementara itu, pada bulan Mei 2019, Busani memilih menikah siri dengan pacarnya yaitu JM.

“Kalau JM tidak mengetahui jika korban S sudah meninggal dan dikubur di rumah itu. Pada Mei 2019, tersangka B (Busani) menikah siri dengan J. Mereka kemudian tinggal di rumah tersebut, sebelum akhirnya 15 hari sebelum kasus ini terbongkar, B dan J ini sudah berpisah alias tidak memiliki hubungan lagi,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Alfian, selama menikah siri dengan JM, Busani pun menikmati hasil penjualan kopi milik Surono. dan pada Agustus 2019, Busani mendapatkan hasil penjualan kopi sekitar Rp 100 juta.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News