Ngeri! India sumbang 46% dari total kasus Covid-19 global pekan lalu

  • Bagikan
kontan.co.id

ILUSTRASI. Seorang pasien penderita penyakit virus corona atau COVID-19 menerima perawatan di dalam bangsal gawat darurat di Rumah Sakit Holy Family di New Delhi, India, Kamis (29/4/2021). REUTERS/Danish Siddiqui.

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KABARIN.CO.ID – JENEWA. India menyumbang 46% dari total kasus baru Covid-19 yang tercatat di seluruh dunia sepanjang pekan lalu, dan satu dari empat kematian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, Rabu (5 Mei).

Lonjakan kasus Covid-19 di India, termasuk varian baru virus corona yang sangat menular yang pertama kali teridentifikasi di negara itu, menyebabkan rumahsakit kehabisan tempat tidur dan oksigen, serta kamar mayat dan krematorium meluap. 

Banyak orang meninggal di ambulans dan tempat parkir mobil menunggu tempat tidur atau oksigen.

Mengutip Reuters, di seluruh dunia, ada 5,7 juta kasus baru Covid-19 dilaporkan minggu lalu dan lebih dari 93.000 kematian, menurut WHO dalam laporan epidemiologi mingguannya. 

India menlaporkan hampir 2,6 juta kasus baru, peningkatan 20% dari pekan sebelumnya, dan 23.231 kematian.

Baca Juga: Bisa mengerikan selama beberapa minggu ke depan, kasus corona di India tembus 20 juta

Angka-angka tersebut mengacu penghitungan resmi, sehingga proporsi India bisa lebih besar jika, seperti yang diyakini banyak ahli, sejumlah besar kasus dan kematian tidak dicatat karena sistem menjadi kewalahan. 

Penduduk India menyumbang hampir 18% dari populasi dunia.

Ada tanda-tanda wabah India menyebar ke tetangganya. Nepal mencatat peningkatan 137% kasus menjadi 31.088 pada pekan lalu. Sementara wabah COVID-19 di Sri Lanka juga meningkat, WHO menyebutkan.

Pada Selasa (4/5), India menjadi negara kedua yang mencatat 20 juta infeksi, setelah Amerika Serikat. 

Kematian akibat virus corona di India naik, dengan rekor 3.780 selama 24 jam terakhir. Sementara infeksi harian bertambah 382.315 pada Rabu, data Kementerian Kesehatan India menunjukkan.

Sumber : Reuters
Editor: S.S. Kurniawan

Sumber Antara News

  • Bagikan