oleh

Pabrik CPO Petani Di Kota Pelabuhan Mulai Menggeliat

Kabarin.co.id, Pekanbaru – Selama dua bulan terakhir, pabrik kecil dengan ukuran 8×20 meter yang berlokasi di jalan Harapan, Sukaramai, Bukit Kapur, Dumai, Riau, menjadi tujuan para petani untuk mengantar brondolan (biji kelapa sawit).

Pabrik tersebut dikelola oleh Suparjan bersama dengan lima orang anak buahnya, yakni mengolah biji sawit menjadi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Dalam sehari, sekitar tiga ton berondolan yang dibeli. Oleh karena itu, setidaknya Suparjan harus merogoh kocek Rp 4,5 juta setiap harinya.

“Tapi kalau sudah bercampur Dura, CPO yang dapat paling sekitar 1,2 ton atau 1 ton lah rata-rata. Soalnya kalau Tenera semua, rendemen yang dapat sekitar 50 persen, tapi kalau Dura, hanya sekitar 30 persen,” cerita Suparjan, seperti dilansir dari Gatra, Minggu (1/12/2019).

Jika semua pengeluaran dihitung, untuk satu kilogram CPO, bisa untung sekitar Rp1050. “CPO itu kami jual (harga hari ini) Rp6800,” jelasnya.

Hal tersebut bisa diartikan bahwa jika dalam sehari bisa menghasilkan 1 ton CPO, maka ia sudah mengantongi untung bersih sebesar Rp1.050.000,-

Untuk saat ini, sangat disayangkan pemasaran CPO masih terkendala, hal tersebut dikarenakan sulitnya transportasi untuk membawa hasil CPO mereka ke Kota Pelabuhan, Dumai.

“Dari tempat kami waktu itu ke Dumai, butuh waktu sekitar 4 jam. Sementara pembeli mau menjemput kalau produksi kami sudah 10 ton. Menunggu 10 ton, CPO sudah keburu asam, alhasil harganya akan sangat anjlok,” paparnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News