oleh

Pakai Jurus Door to Door, Bisa Kejar Target Pajak Rp 1.229 T? – Kabarin.co.id

Jakarta, kabarin.co.id – Dalam rangka memperluas basis pajak (tax base) dan mengoptimalkan penerimaan, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan terjun langsung ke lapangan. Tujuannya untuk meningkatkan kepatuhan kewajiban perpajakan dan penggalian potensi Wajib Pajak.

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo dalam konferensi pers APBN Kita pekan lalu menyampaikan door to door ini adalah salah satu jurus baru DJP yang diharapkan bisa mengoptimalkan penerimaan negara di tahun ini. Adapun tahun ini penerimaan pajak ditargetkan mencapai Rp 1.229,6 triliun.

Target penerimaan pajak 2021 ini cukup tinggi di tengah tekanan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung dan para pelaku usaha. Hal ini tercermin dari penerimaan pajak yang baru tercapai Rp 741,3 triliun atau 60,3% terhadap pagu anggaran tahun ini.

Oleh karenanya, Suryo berharap pandemi Covid-19 bisa segera mereda sehingga petugas pajak bisa segera menjalankan jurus baru ini.

“Kami juga melakukan perluasan basis pajak dan mudah-mudahan setelah Covid agak mereda ini, kami bisa melakukan penetrasi ke wilayah untuk melihat situasi kondisi ekonomi di masing-masing wilayah yang ada,” kata Suryo.

Kemudian jurus lainnya yang akan ditempuh DJP adalah mengawasi kepatuhan pembayaran massa terutama pada sektor yang mulai tumbuh setelah tertekan oleh pandemi. Misalnya sektor komoditas seperti pertambangan dan perkebunan yang sudah mulai bangkit.

“Khusus sektor pertambangan dan perkebunan alami pertumbuhan harga secara internasional. Oleh karena itu kami melakukan pengawasan pembayaran masa. Sebab, kalau mereka bertumbuh seharusnya mereka bayar lebih ke negara,” tegasnya.

Diketahui, program turun langsung kelapangan ini akan dilakukan oleh petugas DJP yakni Account Representative (AR) dari masing-masing Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Menemui langsung wajib pajak di luar kantor ini sudah ditetapkan dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak No SE-07/PJ/2020 tentang Pengawasan dan Pemeriksaan Wajib Pajak dalam Rangka Perluasan Basis Pajak.

“Petugas pajak (AR kewilayahan) melakukan penyisiran seluruh bidang, persil, unit atau lokasi sampai mengambil gambar yang menunjukkan adanya aktivitas ekonomi sehingga memperoleh data terkait subjek pajak, objek pajak, lokasi dan data pendukung lainnya,” ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Neilmaldrin Noor kepada kabarin.co.id, Rabu (29/9/2021).

[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)

Sumber kabarin.co.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *