Pasokan chip semikonduktor kurang, GM Korea hentikan produksi dua pabrik

  • Bagikan
arrow daftar

ILUSTRASI. General Motors Korea hentikan produksi dua pabriknya selama seminggu

Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: Anna Suci Perwitasari

KABARIN.CO.ID – SEOUL. GM Korea Co, unit bisnis General Motors Co di Korea Selatan, mengumumkan, akan menangguhkan dua dari tiga pabriknya yang berada di Korea Selatan mulai minggu depan. Penghentian sementara pabrik ini dilakukan karena kurangnya pasokan suku cadang semikonduktor.

GM Korea akan menghentikan pabrik No. 1 dan No. 2 yang berada di Incheon, 40 kilometer sebelah barat Seoul. Penghentian operasional pabrik tersebut akan dilakukan mulai 19 April hingga 23 April mendatang. 

Permintaan suku cadangan semikonduktor yakni chip yang terus mengalir secara global membuat perusahaan kesulitan untuk mendapatkannya, kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Yonhap.

“Kami akan terus bekerja sama dengan basis pasokan kami untuk menemukan solusi bagi persyaratan semikonduktor pemasok kami dan untuk mengurangi dampak pada GM Korea. Tujuan kami adalah untuk mengganti sebanyak mungkin produksi yang hilang di pabrik,” kata perusahaan.

Baca Juga: Pasokan chip menipis, produsen mobil ramai-ramai hentikan produksi

GM Korea telah mengoperasikan setengah dari pabrik No. 2 di Bupyeong, yang memproduksi SUV jenis Trax dan sedan menengah Malibu, sejak 8 Februari karena kurangnya suku cadang chip.semikonduktor.  

Sementara itu, pabrik No. 1 di Bupyeong memproduksi SUV Trailblazer.

Produsen mobil asal Detroit itu memiliki tiga pabrik di Korea Selatan, dua di Bupyeong dan satu di Changwon, yang memiliki total kapasitas produksi mencapai 630.000 unit per tahun.

Sepanjang tahun 2020, GM Korea menjual 368.453 kendaraan, turun 12% dari 417.226 unit pada tahun sebelumnya. Penurunan penjualan terjadi karena pandemi Covid-19.

GM memiliki 76% saham di GM Korea, dan Korea Development Bank yang dikelola negara dan SAIC Motor Corp. masing-masing memiliki 17% saham dan 6% saham di unit Korea ini. 

 

 

Sumber : Yonhap,Yonhap
Editor: Anna Suci Perwitasari

Sumber Antara News

  • Bagikan