oleh

Pelaku Industri Cemas Cukai Plastik Hambat Investasi

Kabarin.co.id, Jakarta – Saat ini pemerintah masih membahas adanya rencana penetapan besaran pengenaan cukai plastik. Akan tetapi, pelaku industri menilai bahwa penerpan cukai plastik tersebut akan menghambat adanya investasi bahan baku plastik di Indonesia.

Dikatakan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), Fajar Budiono, sejauh ini memang belum terdapat investor yang menghentikan investasinya dikarenakan aturan tersebut masih dikaji oleh pemerintah. Akan tetapi, jika melihat basis data sudah terjadi penurunan meski penerapannya belum terjadi imbas yang signifikan.

“Data bicara begitu, tapi realisasinya belum. Karena lintas kementerian sendiri masih belum satu kata. Kemenperin juga belum mau menerapkan karena fokus mereka juga pertumbuhan,” paparnya di Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Dijelaskan lebih lanjut, Fajar juga menyebut bahwa pada dasarnya penerapan cukai plastik mempunyai dua tujuan utama. Yakni terkait dengan pendapatan negara dan dampak lingkungan. Maka dari itu, pemerintah harus memperhitungkan secara rinci adanya potensi kehilangan pajak penghasilan (PPh) dampak dari turunnya pendapatan industri daur ulang.

“Karena industri recycle pasti turun. Menurut saya, yang harus mengedepankan pemberian insentif fiskal untuk pelaku daur ulang. Dikasih insentif dan kemudahan. Kalau ada masalah di lingkungannya ya dibina. Kadang-kadang pelaku industri ada kendala di air. Ini kan harus ada pembinaan,” tambahnya.

Dikatakan oleh Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, Tekstil (IKFT), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Achmad Sigit Dwiwahjono, Kemenperin belum memperhitungkan dampak pengenaan cukai plastik terhadap sektor industri. Akan tetapi, pihaknya akan terus mendorong industri untuk menerapkan realisasi investasi.

“Kita akan dorong mereka bisa merealisasikan investasinya karena peluang pasarnya besar sekali. Kebutuhannya 7 juta ton, sedangkan kita baru bisa suplai sekitar 1-1,5 juta ton. Jadi masih ada ruang yang sangat besar,” paparnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News