oleh

Pelaku Usaha Khawatir RUU Kamtansiber Akan Diboncengi Kepentingan

Kabarin.co.id, Jakarta РPengelola Nama Domain Internet (PANDI) menyinggung adanya penerapan aturan yang memboncengi kepentingan para pengusaha. Dalam hal ini, Wakil Ketua Dewan Pengurus Bidang Pengembangan Usaha, Kerjasama, dan Marketing PANDI, mengeluarkan pernyataan tersebut  saat ditanya mengenai proses legislasi Randangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU Kamtansiber), yang dinilai terlalu tergesa-gesa.

Pada penuturannya, Heru menyebut bahwa setiap aturan yang ditetapkan pasti berdasar dengan motif kepentingan. Undang-Undang Dasar juga pasti mempunyai motif kepentingan.

“Saya pedagang. kita semua tahu yang namanya kebijakan bahkan sekelas UUD itu motifnya adalah kepentingan. yang saya ngeri, ada kepentingan pedagang. Saya cuma khawatir ada kepentingan pedagang yang dititip kepada politisi, kemudian jadi kebijakan. Kan susah kalau begitu,” jelas Heru pasca acara diskusi di Universitas Atma Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (5/9/2019).

Lebih lanjut, Heru juga menyebut bahwa motif yang paling mulia ialah untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Namun adapula motif kepentingan politisi yang dibalut dengan kepentingan rakyat.

“Selanjutnya ada kepentingan politisi yang sering mengatasnamakan kepentingan rakyat dan membuat kebijakan,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Direktur Riset ELSAM, Wahyudi Djafar menuturkan bahwa Dean Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2014-2019 cukup unik. Sebab menjelang purna tugas, DPR justru secara tiba-tiba banyak menginisiasi rancangan peraturan. Salah satunya ialah mengenai revisi UU KPK dan RUU Kamtansiber.

“Terkait proses legalisasi di DPR, kita periode ini agak unik. Hari ini paripurna DPR, tiba tiba muncul lagi lagi inisiatif dari Baleg untuk untuk melakukan revisi UU KPK,” jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News