oleh

Pemerintah Mengaku Butuh Waktu Lama Untuk Ciptakan Robot Cerdas

Kabarin.co.id, Jakarta – Rudiantara selaku Menteri Komunikasi dan Informatika mengaku bahwa Indonesia belum secara penuh dinyatakan siap untuk menciptakan teknologi cerdas seperti robot. Pasalnya, sistem teknologi yang di bangun di Indonesia masih belum memadai.

“Tapi dalam bentuk robotnya barangkali tidak akan bisa cepat ya apalagi di indonesia,” ungkap Rudiantara ketika ditemui di Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Meski begitu, untuk bisa masuk pada sistem penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau sistem yang dipakai robot pemerintah mengaku siap. Ia pun mendorong bagi para perusahaan startup untuk masih pada sistem tersebut.

“Pemerintah mendorongnya adalah dengan startup memanfaatkan teknologi salah satunya teknologi AI. Jadi pola pikirnya bukan dari teknologinya tetapi dari orang-orang Indonesianya,” lanjutnya.

Rudiantara menilai, pada tengah perkembangan teknologi saat ini, Indonesia pada dasarnya mempunyai peluang dengan dibantu oleh 80 juta generasi milenial. Para milenial inilah yang nantinya juga akan mendongkrak untuk bisa masuk pada perubahan atau teknologi yang lebih baru.

“Ini anak-anak muda kita sebetulnya yang kita dorong menyiapkan diri kita, menyiapkan Indonesia, untuk masuki suatu yang baru. Kenapa? karena dengan teknologi dengan mengubah mindset kita mencari cara baru, memanfaatkan teknologi dapat memberi nilai tambah,” tegasnya.

Seperti yang diketahui, robot yang paling cerdas di dunia, Shopia tiba di jakarta untuk berinteraksi pada dialog internasional CSIS tahun ini dengan tema teknologi, serta juga akan berdampak pada masyarakat. Para pejabat pun mempunyai kesempatan untuk menguji kecerdasan robot tersebut dengan melakukan dialog.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News