oleh

Pengguna iOS Heboh Dengan Aplikasi Penguntit Di Instagram

Kabarin.co.id, Jakarta – Pada pekan lalu, Apple melakukan penghapusan pada salah satu aplikasi yang mendukung aksi kepo pengguna Instagram, aplikasi tersebut Like patrol.

Saat ini, aplikasi Like Patrol sudah dilarang di App Store, lantaran diklaim oleh Instagram sudah melanggar kebijakan.

Menurut yang dikutip dari situs Independent, Sabtu (23/11/2019), Like Patrol disebut sudah melanggar kebijakan pengumpulan data. Hal tersebut memungkinkan penggunanya bisa saling memata-matai pengguna lain.

Aplikasi tersebut mengharuskan pengguna membayar sebesar US$80 per tahun, atau setara dengan Rp 1,1 juta. Fungsinya ialah, platform akan memberi notifikasi, setiap kali pengguna yang ditarget menyukai atau berkomentar foto pengguna Instagram lain, bahkan lengkap dengan jenis kelamin.

Sergio Quintero selaku pengembang aplikasi, menuduh Instagram mempunyai standar ganda pada saat menyangkut privasi pengguna. Ia bersumpah akan mengajukan banding terkait dengan keputusan Apple tersebut.

“Ada kemunafikan perusahaan terhadap aplikasi kami. Kami tidak mengumpulkan data pengguna Instagram.¬†Like Patrol hanya menyediakan alat untuk mengatur informasi yang sudah tersedia,” paparnya.

Sedangkan dari pihak Instagram, juru bicaranya menyebut bahwa data tersebut melanggar kebijakan. Pasalnya, Like patrol mencuri data orang dan sudah sepatutnya perusahaan mengambil tindakan hukum yang tepat.

Aplikasi memang bisa dipakai oleh siapa saja, akan tetapi targetnya merupakan orang-orang yang tengah menjalin hubungan.

Untuk awal tahun ini, Like Patrol berada di toko aplikasi Apple (App Store), serta sudah memperoleh julukan aplikasi penguntit.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News