oleh

Penjualan Motor Honda di Jakarta Selalu Menurun Setiap Ramadan

 

Pada umumnya Tunjangan Hari Raya (THR) akan membuat orang lebih konsumtif dalam membelanjakannya termasuk dalam bidang otomotif. Namun ternyata anggapan tersebut kurang tepat karena konsumsi masyarakat akan otomotif terutama merk Honda di Jakarta dan Tangerang tidak terlalu signifikan.

Untuk penjualan motor Honda di Jakarta sendiri terus menurun dari tahun ke tahun pada saat bulan Ramadhan tiba. Wahana Makmur Sejati (WMS), dealer utama Honda di Jakarta dan Tangerang menerangkan bahwa setelah hari raya lebaran peningkatan penjualan baru terlihat.

“Di wilayah kami terbalik dengan daerah. Kalau di kami, pasar itu naiknya setelah Lebaran. Kalau mau Lebaran, cenderung tidak terlalu bagus. Setiap tahun begitu, ya kan mungkin orang ngumpulin duit buat mudik,” tutur Edi Setiawan, Chief Marketing Officer WMS, Jakarta, Senin (27/5).

Penurunan penjualan setiap bulan Ramadhan pasti terjadi, namun jumlahnya selalu berubah-ubah ditiap tahunnya. Namun penjualan di bulan Ramadhan tahun ini cukup unik, karena penjualan pada bulan Mei lebih tinggi dibandingkan penjualan pada bulan April.

Hal tersebut mungkin terjadi karena penjualan WMS pada bulan Januari hingga April mengalami penurunan sehingga bulan Mei nampak seperti meningkat. Menurut Edi, ada 3 faktor yang dapat mempengaruhi penurunan antara lain: Situasi politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, kenaikan Bea Balik Nama (BBN) dan kebijakan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pembayaran cicilan kendaraan.

“Jadi tahun ini, karena awal tahunnya tadi pasar sudah bermasalah, malah naik kalau dibanding bulan-bulan sebelumnya. Tapi secara siklus seharusnya turun bulan ini (Mei),” terang Edi.

Menurut keterangan dari pihak WMS, tercatat perusahaan sudah berhasil menjual sekitar 120 ribu unit motor Honda selama bulan Januari – April 2019. Namun jumlah tersebut masih di bawah target yang telah ditetapkan yaitu sebanyak 140 ribu unit.

Edi mengatakan pada bulan Ramadhan terjadi penurunan penjualan perusahaan hingga mencapai 10% – 15%. Namun setelah bulan Ramadan berakhir, penjualan motor dapat melonjak hingga 20%. Secara umum penjualan di semester kedua lebih tinggi dibandingkan dengan semester pertama, kata Edi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News