oleh

Pernyataan Amien Seperti Bensin Menyiram Kebakaran

Kabarin.co.id, Jakarta – Kritik keras hadir dari Peneliti Kantor Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Lokataru, Nurkholis Hidayat yang menyebut bahwa pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), dengan mengatakan aparat kepolisian sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) dikarenakan menembaki umat Islam secara ugal-ugalan.

Dalam hal ini Nurkholis menilai bahwa pernyataan yang dikeluarkan oleh Amien Rais membenturkan massa aksi dengan polisi dibanding dengan meredam tensi tinggi serta mencegah kerusuhan.

“Yang signifikan adalah statement Amien Rais, bilang polisi berbau PKI. Itu seperti bensin menyiram kebakaran,” ucap Nurkholis di kantor YLBHI, Jakarta, Kamis (24/5).

Nurkholis juga menilai bahwa pernyataan Amien tersebut justru semakin menyulut emosi masyarakat Indonesia dan para massa aksi. Pasca pernyataan Amien tersebut, lanjut dia, lantas disusul dengan adanya gejolak massa pada berbagai daerah.

Seperti yang diketahui, tidak hanya di Jakarta saja yang bergejolak pada tanggal 22 Mei kemarin. Namun beberpaa wilayah lain seperti Sampang, Jawa Timur, hingga Pontianak, Kalimantan Barat juga ikut serta mewarnai aksi pembakaran Pos Polisi.

“Dan itu direspons betul di beberapa daerah. Jadi ada korelasi bahwa sentimen antipolisi menguat, itu dilihat dari slogan-slogan yang menyerang kepolisian,” terangnya.

Terlepas dari itu, Nurkholis juga menyebut bahwa para elite politik saat ini seharusnya bertanggung jawab atas peristiwa kerusuhan tersebut. Alih-alih bertanggung jawab, ia menilai para elite saat ini justru berlomba-lomba untuk lepas tangan dan tidak ingin disalahkan terhadap adanya aksi kerusuhan tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News