oleh

Polisi Usut Penyebar Hoax Bocah Tewas Dipukuli Brimob di Kampung Bali

Kabarin.co.id – Polisi saat ini sedang mengusut netizen yang menyebarkan berita hoax mengenai tewasnya seorang bocah akibat dipukuli oleh anggota Brimob di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pihak polisi menilai bahwa hoax tersebut telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

“Masih melakukan pendalaman terhadap kasus akun yang menyebarkan berita hoax tersebut. Kami bisa buktikan akun tersebut sebagai penyebar berita hoax. Akan kami tindaklanjuti,” tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di PMJ, Jakarta, Sabtu (25/5/2019).

Dedi menuturkan bahwa ada pihak yang dengan sengaja menyandingkan foto korban meninggal dunia dalam aksi 22 Mei 2019 dengan video saat aksi penangkapan perusuh bernama A alias Andri Bibir (30) oleh aparat Brimob. Akhirnya masyarakat mengira bahwa foto korban tewas dengan rekaman video penangkapan tersebut saling berkaitan.

“Hal yang menunjukan orang dalam video tersebut adalah tersangka Andri Bibir dari pakaiannya. Dia menggunakan kaos berwarna hitam dan celana jeans yang sudah dipotong pendek. Sesuai dengan yang ada di video. Sedangkan kabar hoax yang disebarkan di akun Twitter adalah bukan foto yang bersangkutan. Kami tahu ada yang menempel video tersebut dengan gambar korban lainnya,” tutur Dedi.

“Tidak benar kalau korban adalah anak usia 16 tahun. Tidak benar anak dalam foto tersebut meninggal karena kejadian dalam video tersebut,” sambungnya.

Dedi juga menjelaskan bahwa pelaku hoax tersebut dapat dijerat dengan Pasal 45 dan 28 Undang-undang Nomor 29 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Pasal 14 ayat 1 dan 2, Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.

“Ancaman hukuman di atas 6 tahun karena hoax ini menimbulkan kegaduhan,” tambahnya.

Sebelumnya pihak polri telah melakukan klarifikasi terkait video yang sedang viral tersebut. Polisi juga menuturkan bahwa fakta sebenarnya yang terjadi dalam rekaman video tersebut adalah rekaman pada saat anggota brimob sedang mengupayakan penangkapan para perusuh, A alias Andri Bibir. Andri Bibir lah yang menyediakan batu bagi para pendemo saat terjadinya kerusuhan di depan Gedung Bawaslu RI, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat 22 Mei 2019.

Selain menyuplai batu, Andri Bibir juga menyuplai air bagi para pendemo yang pada saat itu terkena gas air mata. Air suplai tersebut mereka gunakan untuk membilas kedua mata mereka agar dapat kembali melanjutkan aksi anarkisnya.

Perbuatannya yang telah dilakukan oleh Andri tersebut rupanya diketahui oleh pihak aparat. Sehingga pada Kamis, 23 Mei 2019, pukul 06.00 WIB Andri Bibir diciduk oleh para petugas. Namun, saat dia akan ditangkap oleh petugas, ia melihat kehadiran beberapa personel Brimob. Kemudian Andri melakukan upaya untuk melarikan diri. Saat berhasil ditangkap, Andri dipukuli seperti yang terekam pada rekaman video yang beredar tersebut.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News