PTPN V meraih tiga penghargaan dalam depekan

  • Bagikan
arrow daftar

ILUSTRASI. Tanaman kelapa sawit tumbuh subur di atas areal 697 Ha milik KUD Makarti Jaya di Desa Kumain, Rokan Hulu, Riau. Kebun plasma binaan PTPN V ini diperkirakan akan mulai berproduksi pada September 2021.

Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KABARIN.CO.ID – JAKARTA. PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V) menyatakan konsistensi melaksanakan transformasi yang berlangsung selama dua tahun terakhir menjadi kunci untuk terus tumbuh positif di tengah badai krisis pandemi dan berkontribusi dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.

Keberhasilan tersebut mengantarkan PTPN V menyabet tiga penghargaan prestisius pada tiga kategori di dua ajang berbeda dalam sepekan, yakni 10th Anugerah BUMN 2021 dan Digital Technology & Innovation (Digitech) Award 2021. 

“Alhamdulillah. Dengan transformasi yang kami usung sejak 2019, telah membuahkan hasil dengan menjadikan kinerja PTPN V tetap kokoh dan terus tumbuh positif di tengah pandemi serta dapat berkontribusi dan mengambil peran dalam pemulihan ekonomi,” kata CEO PTPN V, Jatmiko K Santosa, dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Jumat (9/4).

PTPN V menjadi satu-satunya perusahaan perkebunan negara yang berhasil manyabet dua gelar bergengsi pada ajang 10th Anugerah BUMN 2021 yang digelar di Jakarta, Kamis malam (8/4). Kedua penghargaan yang diperoleh yakni The Best CEO Strategic Orientation 2021 dan Special Recognition Consistent Growth Productivity 2021. 

Baca Juga: PTPN V klaim mampu menjaga area lahan bebas bakar selama 25 tahun

Dua awards tersebut merupakan penghargaan ketiga dalam sepekan, setelah Kamis (1/4) lalu, perusahaan komoditas kelapa sawit dan karet ini juga dinobatkan sebagai The Best IT Development and Innovation in Agro Industries yang diselenggarakan Majalah Itech bekerjasama dengan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN), Kementerian Perindustrian, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Forum Teknologi Informasi (FORTI) BUMN. Penghargaan bidang  teknologi dan inovasi ini, didapatkan berturut-turut selama dua tahun setelah 2020 lalu PTPN V meraih predikat The Best kategori TOP Digital Service On Intelligent Data Center for Agro-Palm Oil Industry dan TOP CEO in Digital Transformation for Agro-Palm Oil Industry.

Tiga penghargaan dalam sepekan tersebut menjadi wujud apresiasi stakeholders terhadap konsistensi PPTN V untuk terus bertumbuh walau dimasa pandemi. Di tengah situasi sulit sepanjang 2020 lalu, PTPN V berhasil membukukan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah dengan angka mencapai lebih dari Rp 410 miliar. Pencapaian finansial tersebut tidak terlepas dari produktivitas perusahaan yang juga mencatatkan rekor tertinggi sepanjang perusahaan berdiri atau sejak 11 Maret 1996 silam sebesar 23,87 ton TBS per hektare per tahun.

“Raihan terbaik sepanjang sejarah baik dari sisi keuangan dan operasional itu, adalah buah dari transformasi sumber daya manusia, transformasi organisasi hingga transformasi digital dan teknologi yang dilaksanakan secara konsisten dan persisten sejak 2019 lalu,” ungkapnya.

Baca Juga: Fitonutrien sawit berpeluang menjadi tambang ekonomi Indonesia

Kemudian, Jatmiko yang juga merupakan Ketua GAPKI Riau tersebut menuturkan dengan peranan industri sawit yang sangat besar pada ekonomi nasional, PTPN V harus mengembalikan tujuan berdirinya PTPN V, sebagai perusahaan perkebunan negara yang hadir untuk sawit rakyat. “PTPN V berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani melalui peremajaan sawit rakyat, program padat karya, penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat hingga pendampingan dan pelatihan petani dan kelembagaannya,” ungkap Jatmiko.

Dengan menggandeng BPDPKS, Dirjenbun, Dinas Perkebunan TK I dan TK II, Himbara, lembaga pembiayaan bersama petani dan KUD-nya, hingga kini realisasi PSR PTPN V telah menyentuh 9.500 hektare serta menjadi realisasi PSR terluas yang dilakukan oleh Perusahaan Perkebunan Negara sampai sekarang. PTPN V juga menargetkan hingga 2025 mendatang dapat membantu peremajaan dan konversi sawit rakyat seluas 28.000 hektare. Produktivitas seluruh sawit yang diproduksi oleh kebun yang bermitra dengan PTPN V juga jauh di atas standar nasional. 

Baca Juga: Ini daftar 7 BUMN terbesar Indonesia dari sisi aset

Reporter: Titis Nurdiana
Editor: Wahyu T.Rahmawati

Sumber Antara News

  • Bagikan