oleh

Punya Kontrak Garmen, Pabrik Tekstil China Ngaku Dipaksa Masuk RI

Kabarin.co.id, Jakarta – Satu perusahaan tekstil China merelokasi pabariknya ke Indonesia. Kabar tersebut memang tampak menggembirakan, akan tetapi jika ditelaah lebih lanjut, terdapat persoalan yang kurang menyenangkan terkait dengan relokasi pabrik asal China tersebut.

Dijelaskan oleh Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat bahwa pabrik tersebut skalanya sangat besar. Nilai investasinya saja mencapai hingga US$ 200 juta atau setara Rp 2,8 triliun. Akan tetapi, investornya komplain terkait harga tanah yang mahal di Indonesia serta mereka relokasi karena terpaksa.

“Relokasinya sudah berlangsung sebulan lalu di Kendal, Jawa Tengah. Mereka sudah beli lahan. Termasuk pemain besar di pemintalan, pencelupan, dan garmen,” ungkap Ade kepada CNBC Indonesia, Jumat (20/9/2019).

Lebih lanjut, Ade juga menyebut bahwa perusahaan China tersebut relokasi ke Indonesia lantaran ada faktor pertimbangan mitra bisnisnya di Indonesia. Pasalnya, selama ini perusahaan China tersebut memasok kain pada dua perusahaan garmen yang termasuk pemain besar di Indonesia.

“Mereka ada kontrak dengan garmen dari sini, dengan dua raksasa di sini, dipaksa oleh buyer-nya yang di sini. Kalau nggak dipaksa, ya nggak mau masuk dia,” ucapnya.

Ia menilai, masuknya satu pabrik asal China memang menjadi kabar baik, di tengah sentimen negatif dari laporan Bank Dunia, bahwa pada 2018-2019, sebanyak 33 perusahaan China yang relokasi, tidak satu pun yang memilih Indonesia. Sebanyak 23 pabrik China memindahkan alat produksi mereka ke Vietnam, dan sisanya pada negara lain.

“Relokasi dari China yang ke Kendal ini harusnya termasuk laporan dari Bank Dunia, cuma Bank Dunia nggak update,” ungkapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News