oleh

Rajin Konsumsi Buah dan Sayur Tingkatkan Kesejahteraan Mental Anak

Rajin Konsumsi Buah dan Sayur Tingkatkan Kesejahteraan Mental Anak

Asupan buah dan sayuran yang lebih tinggi berkaitan erat dengan kesejahteraan mental yang lebih besar di antara anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah menengah. Berdasarkan temuan studi baru yang berbasis di Inggris dikatakan, dengan mengonsumsi lima porsi atau lebih buah dan sayuran setiap hari memiliki potensi peningkatakan kesehatan mental pada anak-anak.

Hasil temuan yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Nutrition Prevention & Health itu mendorong para ahli untuk menyerukan pentingnya mengonsumsi nutrisi yang baik dalam strategi kesehatan masyarakat guna meningkatkan kesehatan mental anak-anak.

Berdasarkan data, kesehatan mental yang buruk melonjak di kalangan anak muda. Hanya dalam tiga bulan, hampir 200.000 anak muda telah dirujuk ke layanan kesehatan mental, hampir dua kali lipat di dari era pra-pandemi, menurut sebuah laporan oleh Royal College of Psychiatrists.

Studi baru ini menjadi yang pertama kalinya dilakukan para peneliti untuk menyelidiki hubungan antara berapa banyak buah dan sayuran yang dimakan anak sekolah di Inggris, pilihan menu sarapan dan makan siang, dan kesejahteraan mental.

“Kita tahu bahwa kesejahteraan mental yang buruk adalah masalah utama bagi kaum muda dan kemungkinan memiliki konsekuensi negatif jangka panjang,” kata peneliti utama, Prof Ailsa Welch di Sekolah Kedokteran Norwich University of East Anglia, seperti dikutip dari theguardian.com, Senin (27/9).

Tim menyelidiki data dari hampir 9.000 anak di 50 sekolah dasar dan menengah di seluruh Norfolk yang diambil dari survei kesehatan dan kesejahteraan anak-anak dan remaja di kota itu yang dikeluarkan pada tahun 2017, termasuk data di antara 7.570 anak sekolah menengah dan 1.253 anak sekolah dasar.

Peserta studi melaporkan sendiri pilihan makanan dan mengikuti tes kesejahteraan mental yang meliputi keceriaan, relaksasi, dan hubungan interpersonal. Penelitian ini memperhitungkan faktor-faktor lain yang mungkin berdampak termasuk pengalaman masa kanak-kanak yang merugikan dan situasi rumah.

“Dalam hal nutrisi, kami menemukan bahwa hanya sekitar seperempat dari anak-anak sekolah menengah dan 28% dari anak-anak sekolah dasar yang dilaporkan makan buah dan sayuran lima hari yang direkomendasikan,” kata Welch. “Lebih dari satu dari lima anak sekolah menengah dan satu dari 10 anak sekolah dasar tidak sarapan. Dan lebih dari satu dari 10 anak sekolah menengah tidak makan siang,” lanjutnya.

Dr Richard Hayhoe, juga dari Norwich Medical School UEA mengatakan jika antara anak-anak sekolah menengah, ada hubungan yang sangat kuat antara makan makanan bergizi, dikemas dengan buah dan sayuran, dan memiliki kesehatan mental yang lebih baik.

“Anak-anak yang makan sarapan tradisional (konsumsi buah dan sayur) mengalami kesejahteraan yang lebih baik daripada mereka yang hanya makan camilan atau minuman,” papar Hayhoe. (M-4)

Sumber Antara News

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *