Retas Server Perusahaan AS, Hacker Jogja Pakai Cara Mudah

  • Bagikan
Retas Server Perusahaan AS, Hacker Juga Pakai Cara Mudah
Ilustrasi hacker / Foto: DW News

Kabarin.co.id, Jakarta – Polisi menangkap hacker asal Yogyakarta lantaran melakukan peretasan pada server perusahaan di Amerika Serikat. Yakni dengan menggunakan modus ransomware. Seperti yang dijelaskan oleh pakar keamanan, Alfons Tanujaya, modus ransomware tersebut merupakan metode pemerasan yang mudah untuk hacker.

“Jadi sebenarnya (modus melancarkan ransomware) ini sudah menjadi metode pemerasan yang mudah, efektif, dan murah,” jelas Alfons seperti dilansir dari DetikNet, Minggu (27/10/2019).

Lebih lanjut, Alfons yang peneliti spesialis antivirus dari vaksincom, ransomware awalnya dilancarkan secara massal tanpa mengincar target tertentu. Namun nyatanya, efektivitas ransomware massal sangatlah rendah, lantaran yang menjadi korban umumnya rumahan yang tidak mau bayar, sehingga persentase penghasilan ransomware tersebut rendah.

Akan tetapi, ketika ransomware pengguna korporat, hal tersebut berbandding terbalik. Tingkat keberhasilan memeras korban lebih tinggi lantara data tersebut sangat berharga.

“Karena itu, banyak korporat yang memilih membayar uang tebusan demi mendapatkan kembali datanya yang dienkripsi,” paparnya.

Alfons juga menyebut, penyebar malware saat ini semakin menggila untuk menjalankan aksnya. Serta semakin banyak menyebar ransomware dengan mencari korban korporat, seperti halnya dengan target email atau sejenisnya.

Terlebih lagi, adanya internet yang juga terkoneksi pada data, menjadikan penyebar malware bisa melakukan aksinya dimana saja. Jika hacker mempunyai skill jago, maka keberadaannya akan sangat sulit terdeteksi.

“Perusahaan AS dan Uni Eropa yang rata-rata mengandalkan data dan bersedia bayar mahal kalau kena ransomware. Coba kena perusahaan Indonesia, gigit jari yang sebarkan ransomwarenya (karena) banyak yang rela input ulang database-nya,” tandasnya.

  • Bagikan