Menu

Mode Gelap

News · 8 Sep 2021 03:37 WIB ·

Rupiah melemah seiring naiknya imbal hasil obligasi AS


 Rupiah melemah seiring naiknya imbal hasil obligasi AS Perbesar

Kelihatannya efek dari sentimen ekspektasi penundaan tapering bank sentral AS mulai berkurang. Tingkat imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun terlihat naik yang bisa jadi menarik sebagian pelaku pasar untuk masuk ke aset dolar AS

Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi melemah seiring naiknya imbal hasil obligasi Amerika Serikat.

Rupiah dibuka melemah 23 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp14.235 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.213 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Rabu, mengatakan, rupiah dibuka melemah hari ini mengikuti penguatan indeks dolar AS pada perdagangan kemarin.

“Kelihatannya efek dari sentimen ekspektasi penundaan tapering bank sentral AS mulai berkurang. Tingkat imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun terlihat naik yang bisa jadi menarik sebagian pelaku pasar untuk masuk ke aset dolar AS,” ujar Ariston.

Selain itu, lanjut Ariston, peluang terjadinya tapering pada akhir tahun masih belum hilang karena The Federal Reserve masih akan mempertimbangkan data-data terbaru yang akan masuk.

“Dari sisi teknikal, area Rp14.180-Rp14.190 terlihat sebagai support yang cukup kuat. Ini juga mungkin mendorong pasar melakukan pembelian dolar AS dibandingkan rupiah di sekitar level tersebut,” kata Ariston.

Terkait pandemi, jumlah kasus harian COVID-19 pada Senin (7/9) bertambah 7.201 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,14 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 683 kasus sehingga totalnya mencapai 137.156 kasus.

Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 14.159 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 3,86 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 138.630 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 68,21 juta orang dan vaksin dosis kedua 39,17 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi ditutup melemah ke kisaran Rp14.210 per dolar AS hingga Rp14.280 per dolar AS.

Pada Selasa (7/9), rupiah ditutup menguat 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.213 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.223 per dolar AS.

 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © (KABARIN)2021

Sumber Antara News

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bareskrim Polri Tangkap 2 Tersangka Baru, Kuasa Hukum Nasabah

17 September 2021 - 14:43 WIB

Manajemen BNI Makassar Sulit Berkelit , Kuasa Hukum Beberkan Bukti Baru Kasus Raibnya 45 Miliar Simpanan Nasabah

13 September 2021 - 16:09 WIB

Seolah Tidak Berbenah, Bank BNI Makassar Diduga Gelapkan 45 Milyar Dana Simpanan di Rekening Milik Pengusaha Asal Sulawesi Selatan

9 September 2021 - 13:43 WIB

Ini Dia Zona Hijau Covid-19 di Indonesia – Kabarin.co.id

9 September 2021 - 01:05 WIB

Pencarian di Platform Digital Jadi Andalan Pembeli Properti – Kabarin.co.id

9 September 2021 - 01:00 WIB

TNI-Polri Pindah Duluan ke Ibu Kota Baru, Ini Jadwal PNS! – Kabarin.co.id

9 September 2021 - 00:45 WIB

Trending di ibu kota baru