oleh

Sampai Kapan Moratorium Pabrik Semen? Ini Penjelasan BKPM – Kabarin.co.id

Jakarta, kabarin.co.id – Penghentian izin atau moratorium pabrik semen baru hanya bersifat sementara. Sehingga ada potensi pemerintah akan memberikan kembali izin pembangunan pabrik semen baru setelah kondisi industri sudah tidak lagi kelebihan kapasitas produksi.

Deputi Bidang Pengendalian Pengadaan Penanaman Modal BKPM, Imam Suyudi, mengatakan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia senantiasa melindungi investor yang sudah berinvestasi di Indonesia. Namun harus dilihat lagi prospek dan potensi ke depan untuk tambahan investasi.

“Artinya tidak hanya melihat pada kondisi ekonomi saat ini,” katanya kepada kabarin.co.id TV, Kamis (30/9/2021).

Imam mengutip data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mengatakan pada tahun 2016 penjualan domestik kurang lebih mencapai 62 juta ton, lalu naik menjadi 66 juta ton di tahun 2017, kemudian terus melonjak hingga 2019 mencapai 70 juta ton. Namun pada 2020 kemarin turun menjadi 62 – 62,5 juta ton.

Menurutnya kondisi tahun 2020 semua negara memang mengalami pertumbuhan ekonomi yang menurun karena isu kesehatan. Dia melihat pada tahun 2021 seharusnya penjualan semen sudah kembali rebound.

“Sehingga satu hal yang mau saya sampaikan jangan sampai moratorium ini untuk selamanya, kan namanya moratorium ada batas waktunya,” katanya

“Di akhir 2021 apakah tren ekonomi kita bisa naik 2 kali lipat atau 1,5 kali lipat dan Covid slowing down, artinya pasar dan daya beli masyarakat juga meningkat,” tambahnya.

Ia menegaskan selain harus melindungi investor, tapi harus melihat proyeksi pertumbuhan ekonomi. Jangan hanya melihat untuk 10 tahun ke depan.

“Kita nggak akan buka investasi baru dan kemudian ternyata tren positif kita tinggi. Untuk membangun pabrik semen ini kan tidak dua bulan selesai, rata rata sampai 3 tahun. Ini yang sekarang kita evaluasi. Dan arahan pak Menteri jelas harus melindungi investor eksisting tapi juga harus melihat secara keseluruhan, secara komprehensif bagaimana seluruh industri menunjang pertumbuhan ekonomi kita,” katanya.

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)

Sumber kabarin.co.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *