oleh

Satelit Internet SpaceX Dikhawatirkan Hambat Pengamatan Astronom

Satelit milik SpaceX dikhawatirkan oleh para astronom dapat menghalangi pengamatan luar angkasa mereka. Hal tersebut dapat mengancam pengamatan serta penelitian tentang alam semesta mendatang.

Hal tersebut mulai ramai diperbincangkan setelah SpaceX melakukan peluncuran sebanyak 60 satelit internet cepat atau broadband perdananya. Kemungkinan setelah ini akan ada 12.000 satelit internet lagi yang akan mengudara.

Satelit-satelit tersebut akan disebar ke berbagai belhan dunia. Namun satelit ini akan menudara di ketinggian yang rendah sehingga kita bisa mengamatinya dengan mata telanjang. Namun hal ini akan menjadi kendala bagi para astronom yang sedang melakukan dan mempelajari deep space.

“Dalam waktu kurang dari 20 tahun, pada beberapa bagian di dunia, orang-orang akan memandang lebih banyak satelit dari bintang-bintang,” kata Bill Keel, seorang astronom di Universitas Alabama kepada AFP.

Elon Musk bukanlah satu-satunya orang yang berniat untuk menyediakan layanan internet di ruang angkasa. Sehingga muncul prediksi akan lebih banyak lagi satelit yang akan mengudara dikemudian hari. Jumlah satelit diseluruh dunia yang ada saat ini berjumlah 2.100 satelit aktif yang sedang mengorbit di bumi. Dikemudian hari bisa jadi akan ada puluhan ribu satelit yang mengorbit di bumi.

“Ini akan menimbulkan masalah bagi beberapa jenis pengamatan astronomi profesional,” terang Jonathan McDowell, dari Pusat Astrofisika Harvard Smithsonian kepada AFP.

Sebelumnya Musk selalu menyangkal bahwa satelit-satelit miliknya akan mengganggu pengamatan para astronom. Sehingga para follower Musk di akun Twitternya memberikan peringatan terhadapnya agar penggunaan bahan satelitnya tidak terlalu memantulkan cahaya agar tidak mengganggu pengamatan para astronom.

Tetapi Musk mebantah fakta tersebut dan berkata bahwa satelitnya, “punya dampak 0% terhadap pengamatan astronomi”. Lebih lanjut. Musk juga berpendapat bahwa teleskop pengamatan astronomi mestinya ditaruh di luar angkasa, bukan lagi di Bumi.

Musk berpendapat bahwa tekanan dari efek samping satelit-satelitnya tersebut tidak akan mengganggu usaha dalam meningkatkan taraf ekonomi miliaran orang melalui internet.

Keel menanggapi hal tersebut dan menyambutnya dengan baik jika Musk akan melakukan pengurangan refleksi cahaya pada satelitnya. Namun yang disayangkan, mengapa Musk tidak menyadari hal ini sejak awal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News