Sejumlah emiten mematok cum date dividen pekan ini, begini rekomendasi sahamnya

  • Bagikan
kontan.co.id

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tendi Mahadi

KABARIN.CO.ID – JAKARTA. Emiten-emiten ramai kembali membagikan dividen. Terbaru, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) mengumumkan akan membagikan dividen sebesar Rp 733,50 miliar atau setara Rp 48,85 per saham.

Selain BJTM, cukup banyak emiten yang mematok cum date dividen pekan ini seperti PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), PT Siloam International Hospital Tbk (SILO), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF).

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menjelaskan dari berbagai emiten tersebut hanya dividen milik BJTM yang menarik. “Untuk BJTM bisa diperhatikan karena bisa kembali menghasilkan dividen yield besar. Dengan dividend payout ratio (DPR) 49,26% maka yield-nya 6,1%,” jelasnya kepada kontan.co.id, Selasa (4/5).

Baca Juga: Sejumlah emiten optimistis kinerja mulai pulih pada kuartal II 2021

Sementara, untuk dividen dari SRTG, SILO, INCO, AKRA, dan KAEF disebutnya tidak terlalu menarik lantaran potensi yield-nya kecil. Hanya saja, berdasarkan pergerakan saham, saham INCO menarik untuk diperhatikan karena trennya naik dalam jangka pendek.

“Untuk BJTM saat ini pergerakannya masih sideways, belum ada sinyal buy jadi wait and see saja. Buy ketika harga break up dari area konsolidasinya dengan target harga Rp 880,” ujarnya.

Sementara, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan dari emiten-emiten tersebut dividen yang dibagikan tergolong menarik untuk diburu. Untuk BJTM sendiri, secara historikal memang cukup menarik untuk dikoleksi demi mendapatkan dividennya.

 

Baca Juga: IHSG diprediksi melanjutkan penguatan, simak pergerakan GJTL, WIKA, dan INCO

Asal tahu saja, sejak 2015 yield dividen BJTM senantiasa berada di atas 5%. Bahkan, di tahun itu yield dividen BJTM menyentuh 9,06%.

Dari sisi teknikal, Herditya menjelaskan tren pergerakan sahamnya cukup menarik untuk diperhatikan seperti INCO, AKRA, SILO, dan BJTM. “Dengan begitu emiten ini masih bisa buy akumulasi,” imbuhnya.

 

Reporter: Sugeng Adji Soenarso
Editor: Tendi Mahadi

Sumber Antara News

  • Bagikan