oleh

Sempat Viral, 3 Petinggi Sunda Empire Jadi Tersangka

Kabarin.co.id, Bandung – Tiga orang petinggi Sunda Empire ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian terkait dengan penyiaran berita bohong.

Proses penyelidikan sendiri, hingga pada akhirnya pada penetapan melalui waktu yang cukup panjang.

Sebelumnya, Sunda Empire membuat heboh, tepatnya di pertengahan Januari 2020. Kelompok tersebut mengklaim sebagai kekaisaran matahari dan muncul pasca heboh Kerator Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah.

Beberapa pernyataan dari petinggi Sunda Empire jadi kontroversi. Termasuk juga klaim mempunyai 54 anggota negara dan pada 15 Agustus 2020, sistem pemerintahan dunia habis. Sehingga pemimpin negara-negara perlu datangke Bandung untuk daftar ulang.

Karena terus memunculkan polemik, akhirnya salah seorang budayawan, M Ari Mulia selaku Ketua Majelis Adat Sunda membuat laporan polisi.

“Kronologis yang disampaikan oleh pelapor bahwa terkait dengan Sunda Empire ini merupakan penyiaran berita bohong, sengaja untuk membuat keonaran di masyarakat. Atau sengaja diberitakan yang tidak pasti, selaku ketua majelis adat sunda bapak ari melaporkan di Polda Jabar,” jelas Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso di Mapolda Jabar, Rabu (29/1/2020).

Berdasar laporan tersebut, polisi langsung bergerak. Bahkan polisi turut memeriksa beberapa saksi, diantaranya sejarawan, budayawan, ahli pidana, pengelola Isola, hingga anggota Sunda Empire.

“Keterangan dari Kesbangpol bahwa Sunda Empire ini tidak terdaftar di Kesbangpol Jabar, jadi ilegal, bukan sebagai ormas,” lanjut Erlangga.

“Penyidik berkesimpulan bahwa kasus ini memenuhi unsur pidana, Pasal 14 atau 15 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946,” paparnya.

Pihak kepolisian menetapkan Nasri Banks, Ratna Ningrum, dan Rangga Sasana sebagai tersangka. Akan tetapi, Rangga perlu dijemput penyidik di kawasan Tambun, Bekasi.

“Tersangka NB atau Nasri Banks selaku tokoh Sunda Empire atau Perdana Menteri, kemudian RD RN atau Raden Ratna Ningrum di dalam Sunda Empire sebagai kaisar, kemudian satu lagi KAR atau Ki Ageng Rangga,” tandas Erlangga.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News