oleh

Sri Mulyani Ungkap Penerimaan Negara Masih Seret

Kabarin.co.id, Jakarta – Ditengah gejolak ekonomi global, berdampak pula pada perekonomian Indonesia. Hal tersebut diakui oleh Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan, bahwa penerimaan negara saat ini masih dalam keadaan sulit. Padahal kinerja APBN 2019 hanya tersisa satu bulan lagi.

Sri Mulyani menjelaskan, ketidak pastian global memberikan dampak pada berbagai sektor industri di tanah air. Beberapa industri yang terdampak  merupakan penyetor besar penerimaan negara.

“Artinya kalau perusahaan mengalami tekanan, sehingga penerimaan atau lebih mereka menurun, maka pembayaran pajak mereka juga akan menurun,” jelas Sri Mulyani pada ruang rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (4/11/2019).

“Kita lihat setiap sektor mengalami pelemahan akibat dari ekonomi tersebut. Industri manufaktur bahkan mengalami growth negatif dari sisi penerimaan pajak,” tambahnya.

Berdasar dari data Kementerian Keuangan hingga akhir September 2019, berbagai realisasi penerimaan pajak dari industri pengolahan turun hingga 3,2 persen yakni menjadi Rp 245,6 triliun. Hal tersebut dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sri Mulyani menyebut, penerimaan PNBP SDA lantaran menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dan juga adanya penurunan harga acuan minyak mentah Indonesia (ICP), beserta dengan penurunan harga komditas batubara.

Terlepas dari itu, ketidakpastian global juga berdampak pada aliran modal. Baik untuk jangka pendek dan menengah masuk ke Indonesia, serta juga dari neraca perdagangan.

“Neraca perdagangan kita sangat dipengaruhi destinasi market, kombinasi harga melemah menjadi terkena dua kali pukulan, terlihat non migas, dan migas bahkan alami defisit perdagangan impor kita melebihi dari ekspor. Sehingga dari neraca migas yang negatif sulit sangat positif, inilah yang mendesari pemerintah melakukan program B20,” paparnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News