oleh

Sudah Lockdown Terpanjang di Bumi, Covid Kota Ini Rekor Lagi – Kabarin.co.id

Jakarta, kabarin.co.id – Infeksi Covid-19 di Melbourne, Australia, melonjak ke level rekor pada Kamis (30/9/2021). Tercatat, 1.438 infeksi baru ditemukan di kota terbesar kedua Australia itu. 

Mengutip Reuters, kenaikan ini merupakan lompatan 50% dibandingkan hari sebelumnya yang hanya mencatatkan 950 kasus. Otoritas negara bagian Victoria, yang menaungi Melbourne, menganggap bahwa kenaikan kasus ini merupakan efek dari penyelenggaraan Grand Final Sepak Bola Australian Rules yang ditonton oleh banyak warga dengan cara berkerumun.

“Banyak dari kasus ini benar-benar dapat dihindari … Saya tidak mencoba menyalahkan siapa pun, saya hanya mencoba menjelaskan bagaimana bisa naik begitu banyak, begitu cepat,” kata Perdana Menteri negara bagian Victoria, Daniel Andrews.

Untuk vaksinasi, negara bagian Victoria dilaporkan baru menyuntik dosis penuh vaksin Covid kepada 50% populasi dewasa mereka. Ini masih di bawah rata-rata nasional yang berada di level 50%. Pejabat Victoria menyebut hal ini dikarenakan pasokan vaksin yang mulai menipis serta interval penyuntikan dosis kedua yang semakin panjang.

Melbourne sendiri sedang dalam penguncian untuk keenam kalinya sejak awal agustus lalu. Penguncian keenam ini diprediksi akan berlangsung hingga 26 Oktober mendatang ketika penduduk kota itu telah divaksinasi 70%.

Bila seluruh durasi lockdown digabung dan penguncian keenam ini benar-benar berlangsung hingga 26 Oktober, Melbourne akan menjadi kota dengan lockdown terpanjang di dunia. Kota di selatan Australia itu akan merasakan 267 hari penguncian sejak pandemi benar-benar memasuki kota itu.

Sementara itu, tindakan penguncian juga dilakukan di kota besar lainnya seperti Sydney dan Canberra. Hal ini untuk membatasi transmisi virus yang ditakutkan akan menjadi bencana kesehatan di Negeri Kangguru.

Dalam data Worldometers, Australia sendiri telah mencatat 105.131 kasus Covid-19 sejak pandemi masuk ke negeri itu tahun 2020. Total kematian adalah 1.290 kasus.

[Gambas:Video CNBC]

(tps/sef)

Sumber kabarin.co.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *